
Thephrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengatakan bahwa sesi latihan Tim Merah Putih difokuskan pada aspek taktik di tengah waktu persiapan yang terbatas menjelang FIFA Series 2026.
"Kami sedang mengerjakan (latihan) taktik hari ini. Jendela (waktunya) sangat singkat, jadi sulit bagi kalian untuk mengikuti seluruh sesi, jadi terima kasih atas kesabaran kalian," tegas Herdman.
Ia menuturkan bahwa keberadaannya bersama Timnas Indonesia menjadi sebuah kehormatan karena dapat bekerja dengan staf baru sekaligus merasakan langsung semangat para pemain saat mewakili negara.
"Ini adalah suatu kehormatan untuk berada di sini bersama tim, dengan staf baru dan peluang baru untuk merasakan intensitas dan kebanggaan para pemain ini dalam mewakili Indonesia. Saya sekarang tahu mengapa orang bermain untuk negara ini, dan tanggung jawab itu akan kami bawa ke pertandingan," bebernya.
Herdman juga menyampaikan antusiasmenya menghadapi pertandingan melawan Timnas Saint Kitts dan Nevis serta berharap dukungan besar dari suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat, 27 Maret 2026.
"Jadi kami sangat bersemangat. Ini akan menjadi pertandingan besar melawan Saint Kitts dan Nevis. Saya berharap semua penggemar, 80.000 orang, datang ke GBK untuk mewakili bersama saat kita berupaya memenangkan seri FIFA," ucapnya.
Ia kemudian menjelaskan kondisi Timnas Indonesia yang belum sepenuhnya lengkap sebagai hal yang umum terjadi dalam sepak bola internasional karena perbedaan latar belakang kompetisi para pemain.
"Ya, itu hal yang normal dalam sepak bola internasional. Anda akan mendapati pemain datang dalam level dan intensitas yang berbeda-beda. Inilah internasional. Anda memiliki pemain yang bermain di klub dengan gaya bermain yang berbeda, pemain di liga dengan intensitas yang berbeda. Sebagai pelatih, Anda harus beradaptasi dengan itu," ucapnya.
Herdman menambahkan bahwa pengalaman panjang staf pelatih menjadi faktor penting dalam menyusun sistem permainan untuk menutup keterbatasan waktu persiapan.
"Staf yang kami miliki, banyak yang punya pengalaman 20 tahun lebih dalam menyusun sistem dan struktur untuk mencoba menutup kekurangan tersebut. Jendela dua hari ini sangat ketat. Kami harus bekerja secara taktis dengan sangat cepat. Kami telah bertemu dengan grup kepemimpinan berkali-kali sebelum datang ke sini hari ini," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa para pemain Timnas Indonesia telah menerima materi taktik sebelum memasuki pemusatan latihan sehingga sesi di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
"Para pemain menerima informasi sebelum mereka masuk ke training camp mengenai sistem dan taktik. Sebelum kami datang ke sesi latihan, kami mengerjakan taktik dan strategi kami. Jadi saat pemain datang ke sini, mereka bekerja. Mereka bekerja untuk kalian, mereka bekerja untuk para penggemar," tambahnya.
Herdman menegaskan bahwa para pemain memahami tanggung jawab besar saat mengenakan seragam Timnas Indonesia dan harus memperjuangkannya melalui kerja keras.
"Mereka tahu ini bukan hari libur, bukan liburan. Mewakili negara ini adalah sebuah kehormatan dan hak istimewa yang harus mereka perjuangkan, dan kami memperjuangkannya dengan bekerja agar segalanya berjalan lancar," ungkap Herdman.
Ia juga mengakui bahwa pertandingan pertama bersama Timnas Indonesia tidak akan berjalan sempurna karena kondisi tim yang masih dalam proses adaptasi.
"Nanti, semuanya tidak akan berjalan sempurna. Anda tahu, ini pertama kalinya saya bekerja dengan grup ini dan, seperti yang Anda katakan, pemain berbeda datang pada waktu yang berbeda dan kami harus beradaptasi. Tapi kami akan menerimanya, menikmatinya, dan kami bersemangat untuk bertanding," tandasnya.