sportLiga Inggris

Ketika Aturan Mengalahkan Euforia di Liverpool Vs Manchester City, Drama VAR yang Tak Pernah Usai

Penulis Ahmad Haidir
Feb 09, 2026
Manchester City menang dramatis atas Liverpool. Foto Instagram Manchester City.
Manchester City menang dramatis atas Liverpool. Foto Instagram Manchester City.

Thephrase.id - mVideo assistant referee atau VAR kembali berada di wilayah abu-abu antara rasa keadilan menurut emosi permainan dan kepatuhan penuh terhadap hukum pertandingan ketika Manchester City kehilangan gol ketiga di Anfield pada momen paling menentukan Premier League 2025-2026.

Manchester City sempat meyakini kemenangan 3-1 atas Liverpool telah berada di genggaman setelah bola bergulir ke gawang kosong pada menit akhir, sebelum keputusan VAR membatalkan gol tersebut akibat pelanggaran yang terjadi tepat sebelum bola melewati garis.

Keputusan itu muncul dari rangkaian kejadian unik ketika Liverpool mengejar gol penyama kedudukan, Alisson Becker naik membantu situasi bola mati, dan ruang di belakang pertahanan terbuka lebar.

Rayan Cherki melepaskan tendangan dari dalam wilayahnya menuju gawang tanpa penjaga, sementara Erling Haaland berlari mengejar bola dan unggul kecepatan dari Dominik Szoboszlai.

Sekitar 25 yard dari gawang, Haaland telah melewati Szoboszlai dan berada dalam posisi unggul, akan tetapi wasit Craig Pawson menilai terjadi tarikan terhadap penyerang City tersebut dan memilih menerapkan keuntungan permainan.

Dalam kelanjutan periode yang sama, bola tetap mengarah ke gawang dengan kedua pemain terus beradu langkah, hingga Szoboszlai bersiap melakukan sapuan di garis gawang untuk menggagalkan gol.

Sebelum upaya tersebut terjadi, Haaland kembali melakukan tarikan terhadap Szoboszlai, tindakan yang membuat pemain tuan rumah itu gagal menghalau bola dan menjadi dasar utama pembatalan gol oleh VAR.

Ketika Aturan Mengalahkan Euforia di Liverpool Vs Manchester City  Drama VAR yang Tak Pernah Usai
Liverpool kalah 1-2 dari Manchester City di Anfield. Foto Instagram Liverpool.

Meski tarikan pertama terhadap Haaland menimbulkan perdebatan karena peluang gol terlihat sangat besar, perangkat pertandingan memisahkan dua pelanggaran tersebut sebagai dua kejadian berbeda dengan konsekuensi hukum tersendiri.

Dengan mempertimbangkan kemungkinan besar Szoboszlai mampu mencegah gol jika tidak dilanggar, VAR menilai mustahil gol tersebut dapat disahkan sesuai aturan permainan.

Penerapan keuntungan oleh Pawson juga menjadi faktor penting karena andai Szoboszlai berhasil menghalau bola, permainan tetap akan ditarik kembali dan sang pemain berpotensi menerima kartu merah karena menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas.

Keputusan akhir yang diumumkan kepada pemain dan penonton memicu reaksi beragam, terutama karena momen tersebut datang di akhir laga dramatis yang memastikan kemenangan 2-1 Manchester City atas Liverpool.

"Saya merasa kasihan padanya, wasit harus mengikuti aturan, beri saja golnya tanpa kartu merah, tetapi begitulah aturan dan itulah kenyataannya," kata Haaland kepada Sky Sports.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic