e-biz

Ketika Lapangan Tua Menurun, Eksplorasi Jadi Kunci Ketahanan Energi Indonesia

Penulis Nadira Sekar
Jul 28, 2026
Foto: Eksplorasi PHE (dok. PHE)
Foto: Eksplorasi PHE (dok. PHE)

ThePhrase.id - Bagi industri minyak dan gas bumi (migas), menjaga produksi bukan sekadar memastikan sumur yang ada tetap beroperasi. Tantangan yang lebih besar justru datang dari sesuatu yang tidak bisa dihindari, yakni natural decline atau penurunan produksi alamiah pada lapangan-lapangan tua yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung pasokan energi Indonesia.

Semakin lama suatu lapangan berproduksi, semakin besar pula potensi produksinya menurun. Artinya, tanpa penemuan cadangan baru, pasokan migas nasional akan terus tergerus dari waktu ke waktu. Di sinilah eksplorasi memegang peran penting. Bukan hanya untuk mencari sumber daya baru, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan-perusahaan migas mulai mempercepat aktivitas eksplorasi. Salah satunya dilakukan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang memperluas portofolio wilayah kerja sekaligus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan migas global untuk membuka peluang penemuan cadangan baru.

Sepanjang periode 2023 hingga 2026, PHE memperoleh sembilan wilayah kerja eksplorasi baru. Delapan berada di Indonesia, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Sementara satu wilayah kerja lainnya adalah Blok SK-510 di Malaysia.

Namun, memperluas wilayah kerja hanyalah langkah awal. Sebelum sebuah blok migas dapat dikembangkan, diperlukan serangkaian kajian untuk memahami potensi hidrokarbon yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Salah satu tahap yang dilakukan adalah Joint Study, yakni studi bersama yang memungkinkan perusahaan berbagi data geologi, teknologi, serta keahlian teknis untuk mengevaluasi prospek suatu cekungan migas.

Hingga Juli 2026, PHE tercatat telah menjalankan 12 Joint Study, menjadikannya perusahaan dengan jumlah studi bersama terbanyak di Indonesia berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Dari jumlah tersebut, 10 studi masih berjalan, satu telah selesai, dan satu lainnya masih menunggu persetujuan pemerintah.

Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perusahaan energi internasional seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, dan Woodside. Di tingkat regional, PHE juga memperluas kolaborasi melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) bersama Management Petroleum Malaysia (MPM) untuk mengevaluasi sejumlah blok migas di Malaysia.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, mengatakan eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas.

"Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujar Asep.

Kolaborasi dengan perusahaan energi global tidak hanya membuka peluang penemuan cadangan baru, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan teknologi eksplorasi. Menurut PHE, kerja sama tersebut membantu mengidentifikasi play type baru yang berpotensi menjadi sumber cadangan migas masa depan, sekaligus memperkuat kemampuan teknis perusahaan dalam mengelola eksplorasi yang semakin kompleks.

Strategi ekspansi tersebut juga mendapat pengakuan di tingkat global. Berdasarkan data S&P Global untuk periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi. Luasan tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional lain, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.

Ke depan, wilayah-wilayah kerja baru itu akan memasuki berbagai tahapan eksplorasi, mulai dari studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi. Hasil dari proses tersebut diharapkan mampu menambah cadangan migas baru yang dapat menopang produksi nasional pada masa mendatang. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic