sport

Ketuk Palu! CAS Tolak Banding 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia, tapi Ringankan Hukumannya

Penulis Ahmad Haidir
Mar 06, 2026
Tujuh pemain Timnas Malaysia tetap disanksi larangan bermain setahun. Foto Instagram Rodrigo Holgado.
Tujuh pemain Timnas Malaysia tetap disanksi larangan bermain setahun. Foto Instagram Rodrigo Holgado.

Thephrase.id - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) secara resmi telah mengubah sebagian sanksi terhadap tujuh pemain yang sebelumnya dinyatakan tidak sah untuk membela Timnas Malaysia.

Lembaga yang berbasis di Lausanne tersebut memutuskan untuk meringankan beban hukuman para pemain dari larangan seluruh aktivitas sepak bola menjadi hanya larangan bertanding di laga resmi.

Keputusan ini diambil setelah CAS mempertimbangkan banding yang diajukan oleh para pemain terkait pemalsuan dokumen naturalisasi dan kelayakan bermain yang menyeret nama mereka.

Dalam amar putusannya, panel hakim menetapkan bahwa ketujuh pemain tersebut tetap harus menjalani masa skorsing selama 12 bulan yang terhitung sejak tanggal Kamis, 5 Maret 2026.

Meskipun sanksi pemain diringankan, CAS menolak mentah-mentah banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait denda finansial yang dijatuhkan FIFA.

Asosiasi Sepak Bola Negeri Jiran tersebut tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 Franc Swiss atau sekitar Rp6,3 miliar atas pelanggaran serius yang mereka lakukan.

Kasus ini bermula pada 2025 saat FAM mendekati Facundo Tomas Garces Rattaro dan enam pemain asing lainnya dengan klaim bahwa mereka bisa mendapatkan kewarganegaraan Malaysia secara sah.

Padahal, Komite Disiplin FIFA menemukan bukti kuat bahwa para pemain tersebut sama sekali tidak memiliki garis keturunan atau hubungan hukum yang valid dengan negara Malaysia.

Pihak FAM dalam persidangan mengakui adanya kekurangan institusional dan tidak membantah tanggung jawab mereka atas pelanggaran Kode Disiplin FIFA (FDC).

"Panel CAS memutuskan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan telah terbukti dan larangan bertanding selama 12 bulan adalah sanksi yang wajar serta proporsional bagi para pemain, mengingat tanggung jawab mereka yang turut serta dalam penipuan ini," tulisnya.

Berkat perubahan status sanksi ini, para pemain kini diperbolehkan Kembali bergabung dalam sesi latihan bersama klub masing-masing selama masa hukuman berjalan.

Masa hukuman bertanding mereka juga mendapatkan potongan kredit dari periode yang telah dijalani sebelumnya, yakni sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026.

Panel arbiter yang memimpin persidangan ini terdiri dari Lars Hilliger asal Denmark, Jose Luis Andrade dari Portugal, dan Massimo Coccia yang berkebangsaan Italia.

CAS menegaskan bahwa keputusan yang dirilis saat ini merupakan keputusan operasional, sementara dokumen penghargaan (award) lengkap secara tertulis akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, status kewarganegaraan dan karier internasional ketujuh pemain tersebut dipastikan tertutup untuk membela Timnas Malaysia dalam laga resmi FIFA. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic