Keunikan Arsitektur dan Corak Bangunan Suku Toraja

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Suku Toraja yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan lebih tepatnya di Kabupaten Tana Toraja, sudah dikenal karena upacara ritual kematiannya yang dikenal dunia. Namun yang membuat unik bukan hanya ritualnya saja, arsitektur dan corak bangunan Suku Toraja juga banyak menarik perhatian wisatawan.

Suku Toraja menganut erat budaya nenek moyangnya yaitu aluk todolo. Di mana Suku Toraja memiliki filsafat yang unik yaitu hidup untuk mati. Tradisi ini juga dapat terlihat di bentuk dan corak-corak yang terdapat pada rumah adatnya.

Rumah adat Suku Toraja ini disebut dengan tongkonan yang secara umum memiliki struktur dan arsitektur rumah yang sama dengan rumah panggung lainnya. Dengan struktur panggung dan tiang-tiang bulat untuk penyangganya, dan atap rumah yang berbentuk unik seperti tanduk kerbau.

Suku Toraja
Upacara Kematian Suku Toraja. (Foto: Wikimedia Commons/WiDi)

Selain bentuk atapnya yang unik, rumah tongkonan juga memiliki ciri khasnya dengan ukiran-ukiran di dindingnya. Ukiran tersebut memiliki empat warna dasar yang memiliki makna tersendiri yaitu warna merah menggambarkan kehidupan, putih melambangkan kesucian, warna kuning melambangkan keanugerahan dan hitam yang melambangkan kematian.

Ciri khas rumah tongkonan lainnya yang sangat identik dengan budaya Suku Toraja adalah adanya tanduk kerbau yang disusun rapih di depan rumah sebagai hiasan yang juga menandakan tingkat strata sosial pemilik rumah tersebut. Semakin tinggi strata sosial, semakin banyak juga tanduk kerbau yang disusun di depan rumahnya. Tanduk tersebut melambangkan kekayaan dan kemewahan.

Tak hanya itu, pandangan hidup masyarakat Toraja juga menjadi dasar terbentuknya denah rumah adat tersebut. Empat persegi panjang yang dibatasi dinding itu melambangkan badan atau kekuasaan. Selain itu corak-corak yang terukir di dinding rumah adat Toraja memiliki makna tersendiri.

Seperti yang disebut dalam buku Danang Wahju Utomo yang berjudul “Nilai-nilai Luhur Arsitektur Rumah Adat ‘Tongkonan’ Toraja, rumah adat  tersebut mencerminkan aktivitas dan tingkah laku suku Toraja baik dari sisi duniawi maupun rohani.

Ukiran-ukiran adat Toraja. (Foto: e-journal Universitas Khairun)
  1. Ukiran Pa’tedong yang artinya kerbau yang juga menjadi lambang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Toraja.
  2. Ukiran Pa’kapu’ Baka yang menyerupai simpulan penutup bakul yang menandakan harapan agar keluarga dapat hidup rukun, damai dan sejahtera.
  3. Ukiran yang Pa’salaqbi yang memiliki arti pagar atau penghalang yang dipercaya dapat melindungi keluarga dari hal negatif atau kejahatan.
  4. Ukiran Pa’dadu ini menandakan permainan dadu atau judi yang berbahaya dan corak ini digunakan sebagai pengingat untuk anak cucu agar tidak ikut bermain.
  5. Ukiran Pa’lamban Lalan ini memiliki arti lamban sebagai menyeberangi dan lalan berarti jalanan. Ukiran ini juga sebagai nasehat agar tidak ikut campur dengan masalah orang lain bila tidak ada sangkut pautnya dengan kita.
  6. Ukiran Pa’ara’ yang menyerupai burung pipit yang dianggap sebagai hewan tidak jujur memiliki makna bahwa manusia harus menjunjung tinggi kejujuran.
  7. Ukiran Pa’kangkung yang menyerupai pucuk kangkung menjadi pengingat agar selalu menjalankan hidup yang sehat agar keluarga tumbuh subur.
  8. Ukiran Pa’barana’ yang berarti pohon beringin yang memiliki makna agar ada keturunan yang bisa menjadi pemimpin dan melindung rakyatnya.
  9. Ukiran Ne’Limbongan yang memiliki makna bahwa sumber mata air yang tiak pernah kering dan melambangkan tekad Suku Toraja dalam memperoleh rezeki.
  10. Ukiran Pa’tanduk Re’pe, ukiran yang satu ini ditempelkan di segala sisi rumah adat yang menggambarkan kepala kerbau yang juga menjadi lambang status sosial Suku Toraja. (Syifaa)
- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you