regionalBatik

Keunikan Motif Batik Belanda yang Dikembangkan Perempuan Indo-Eropa

Penulis Ashila Syifaa
Aug 21, 2023
Batik Dongeng “Si Tudung Merah dan Serigala” karya Metzelaar (Foto: Museumbatikpekalongan.info/Batik Belanda 1840 – 1940, Hermen C Veldhuisen, Gaya Favorit Press 2007)
Batik Dongeng “Si Tudung Merah dan Serigala” karya Metzelaar (Foto: Museumbatikpekalongan.info/Batik Belanda 1840 – 1940, Hermen C Veldhuisen, Gaya Favorit Press 2007)

ThePhrase.id - Sudah bukan rahasia lagi Indonesia memiliki beragam batik dari berbagai daerah dengan keunikan masing-masing. Selain berasal dari daerah-daerah di Indonesia, terdapat juga Batik Belanda yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda oleh para perempuan Belanda maupun Indo-Eropa.

Sebagian besar batik tersebut berkembang di daerah pesisir utara dan kota-kota besar di Pulau Jawa. Motif batik ini tak hanya digemari oleh orang Belanda tetapi juga dipakai oleh masyarakat Tionghoa dan pribumi.

Awal mula perkembangan Batik Belanda ini berawal dari kesenangan masyarakat Belanda dengan kain bewarna yang kaya motif pada tahun sekitar 1840-1940. 

Sebelum berkembangnya batik tersebut, masyarakat Belanda gemar menggunakan kain-kain dari India, namun karena berkurangnya impor dari India mereka beralih ke batik. Sehingga mulai muncul pembatik keturunan Belanda yang memunculkan tren baru dan menyesuaikan dengan selera Eropa. 

Munculnya pembatik ini juga tidak terlepas dari masalah ekonomi yang banyak di alami oleh perempuan keturunan Belanda yang ditinggalkan suaminya meninggal. Salah satunya adalah  Van Franquemont, pengusaha batik Belanda pertama yang memulai usahanya pada tahun 1840 di Surabaya dan kemudian pindah ke Ungaran Semarang.

Motif batik karya Van Franquemont dikenal sebagai batik “Prankemon”, menampilkan berbagai ragam motif batik seperti motif dongeng, motif wayang, motif puisi, dan motif naturalis. Sebagian besar motif batik khasnya menggambarkan karangan bunga, ilustrasi dongeng dan wallpaper Eropa. 

Salah satu motif yang terkenal adalah campuran motif Bukaten menampilkan serangkaian bunga yang berulang dan dicampurkan dengan ragam hias kupu-kupu dan burung. Selain itu ada juga Motif Dongeng yang unik, batik biasanya mengisahkan dongeng lokal masyarakat Indonesia. Kalau motif Dongeng batik Belanda ini menggambarkan dongeng Eropa, Cinderella, Roodkapje (Si Tudung Merah dan Serigala) hingga Hanzel dan Gretel. Lalu ada juga Cinderella, Roodkapje (Si Tudung Merah dan Serigala), Hanzel dan Gretel.

Selain motif yang semarak, Batik Belanda memiliki warna-warna cerah yang memikat. Pada awal perkembangan, pembatik Belanda menggunakan warna-warna nabati (alami) seperti merah dari akar pohon mengkudu/pace (morindacitrifolia), biru dari daun nila (indiegoferatinctoria), coklat dari tanaman sogo jambal (peltophorumpterocarpum), Tingi (Ceriopstagalperr), dan kuning dari tegeran (cudraniajavanensis). 

Seperti Van Franquemont yang terkenal dengan warna hijau alami dan menjadi warna khas karyanya. Semakin berkembang batik tersebut warnanya pun semakin semarak, hal ini juga beriringan dengan warna sintetis yang mulai diimpor pada tahun 1900-an.

Batik Belanda ini masih terus berkembang hingga masa penjajahan Jepang. Para pembatiknya mulai membatik motif yang populer pada kependudukan Jepang. Namun, setelah kependudukan Jepang, sudah tidak ada lagi yang meneruskan usaha batik Belanda ini. [Syifaa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic