politics

KIB Dinyatakan Bubar, Peta Koalisi Partai Politik Berubah

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 15, 2023
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (jas biru) saat deklarasi dukung Prabowo Subianto sebagai capres di Museum Naskah Proklamasi,Jakarta Pusat, Minggu (13/8/23). (Foto: Instagram/zul.hasan)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (jas biru) saat deklarasi dukung Prabowo Subianto sebagai capres di Museum Naskah Proklamasi,Jakarta Pusat, Minggu (13/8/23). (Foto: Instagram/zul.hasan)

ThePhrase.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan bahwa koalisi yang dibentuk oleh partainya dengan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) telah bubar.

Hal tersebut diumumkan setelah PAN dan Partai Golkar memutuskan untuk mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres), berbeda pilihan dengan PPP yang sudah lebih dulu menyatakan dukungan capres usungan PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

“(KIB) sudah tidak ada, sekarang gabung pakai nama baru kan? Dengan koalisinya PAN dan Golkar,” ucap Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/8) dikutip Antaranews.

Zulhas mengungapkan bahwa ia dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah berdiskusi panjang untuk memutuskan ke mana arah dukungannya.

“Kita kan KIB, KIB diskusi panjang sama Pak Airlangga, setelah melihat perkembangan survei-survei akhirnya KIB memutuskan bergabung dengan Pak Prabowo,” jelasnya.

Ubah Peta Koalisi Partai Politik

KIB Dinyatakan Bubar  Peta Koalisi Partai Politik Berubah
PAN dan Partai Golkar deklarasi dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/golkar.indonesia)

Pengamat politik dari Universitas Brawijaya, Wawan Sobari mengatakan bahwa dukungan yang dideklarasikan PAN dan Partai Golkar kepada Prabowo Subianto mengubah peta koalisi partai politik menuju Pemilu 2024 mendatang.

“Memang ini secara riil betul-betul mengubah koalisi, karena sebelumnya Golkar itu identik dengan PDI Perjuangan,” ujar Wawan di Malang, Senin (14/8).

Merapatnya PAN dan Partai Golkar, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke kubu Partai Gerindra, menurutnya akan menjadikan kontestasi Pemilu 2024 lebih berimbang.

Selain itu, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Prabowo merupakan kejutan besar mengingat partai tersebut sebelumnya mengusung ketumnya Airlangga Hartarto sebagai bakal capres.

Wawan juga menyebut peta politik yang ada saat ini sudah berubah dan tidak lagi sesuai dengan koalisi yang ada dalam pemerintahan saat ini.

Gabung Gerindra Pilihan Rasional PAN dan Golkar

KIB Dinyatakan Bubar  Peta Koalisi Partai Politik Berubah
PAN dan Partai Golkar deklarasi dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/golkar.indonesia)

Pakar politik dari Universitas Bengkulu, Panji Suminar menilai bergabungnya PAN dan Golkar dengan koalisi Partai Gerindra merupakan pilihan rasional bagi kedua partai politik tersebut.

“Golkar itu secara tradisional agak susah berkoalisi dengan PDIP, maka masuk akal dia kalau merapat ke Prabowo dan Gerindra,” tukas Panji di Bengkulu, Minggu (13/8).

Di sisi lain, jika PAN dan Partai Golkar memilih untuk mendukung Anies Baswedan, kedua partai politik tersebut akan kesulitan dan harus siap berlawanan kubu dengan lingkar politik yang berada di sekeliling Presiden Joko Widodo, yang disinyalkan menaruh dukungan pada sosok Prabowo dan Ganjar ketimbang Anies.

“Jadi memilih Prabowo itu lebih aman bagi Airlangga, Zulkifli Hasan, Golkar dan PAN. Baik untuk Pemilu Presiden 2024, maupun pemilu legislatif,” tandasnya. (Rangga)

Tags Terkait

 
Related News

Popular News

 

News Topic