figure

Kimi Antonelli, Pembalap Muda Mercedes yang Jadi Juara Dunia F1 Termuda

Penulis Nadira Sekar
Nov 07, 2026
Foto: Kimi Antonelli (Instagram/@kimi.antonelli)
Foto: Kimi Antonelli (Instagram/@kimi.antonelli)

ThePhrase.id - Andrea Kimi Antonelli mencetak sejarah di dunia Formula 1 setelah berhasil meraih gelar World Drivers' Championship 2026 bersama Mercedes. Pada usia 20 tahun, pembalap asal Italia ini menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah F1. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun untuk kembali memiliki juara dunia.

Lahir di Bologna, Italia, pada 25 Agustus 2006, Antonelli sudah mengenal dunia balap sejak usia dini. Minatnya terhadap motorsport tumbuh dari lingkungan keluarga, terutama sang ayah, Marco Antonelli, yang merupakan pembalap mobil sport sekaligus pemilik tim balap AKM Motorsport.

Antonelli mulai mengendarai gokart ketika berusia lima tahun dan menunjukkan bakat yang menonjol sejak awal kariernya. Prestasinya di dunia karting membuat Mercedes merekrutnya ke dalam Junior Team pada April 2019, ketika usianya baru 12 tahun.

Namanya semakin diperhitungkan setelah berhasil menjuarai FIA Karting European Championship pada 2020 dan mempertahankan gelar tersebut pada 2021. Pencapaian itu menjadi awal dari perjalanan Antonelli menuju jenjang balap mobil profesional.

Perjalanan Cepat Menuju Formula 1

Pada 2021, Antonelli mulai berkompetisi di Formula 4 bersama Prema Racing. Setahun kemudian, ia langsung menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar juara Italian F4 dan ADAC F4. Dalam dua kejuaraan tersebut, ia mengumpulkan total 22 kemenangan.

Prestasinya berlanjut pada 2023 ketika Antonelli naik ke Formula Regional. Ia berhasil menjuarai Formula Regional Middle East Championship dan Formula Regional European Championship (FRECA) pada musim debutnya.

Kimi Antonelli  Pembalap Muda Mercedes yang Jadi Juara Dunia F1 Termuda
Foto: Kimi Antonelli (Instagram/@kimi.antonelli)

Perkembangan pesat tersebut membuat Mercedes mengambil keputusan berani. Pada 2024, Antonelli dipromosikan langsung ke Formula 2 tanpa terlebih dahulu melewati Formula 3, yang umumnya menjadi tahapan sebelum pembalap naik ke F2.

Meski menghadapi tantangan pada paruh pertama musim, ia mampu memperbaiki performanya dengan memenangi sprint race di Silverstone dan feature race di Hungaroring. Antonelli pun mengakhiri musim di posisi keenam klasemen F2.

Performa tersebut semakin memperkuat kepercayaan Mercedes terhadap potensinya. Setelah Lewis Hamilton mengumumkan kepindahannya ke Ferrari untuk musim 2025, Antonelli akhirnya dipercaya mengisi kursi pembalap Mercedes bersama George Russell.

Menggantikan Lewis Hamilton dan Mencetak Sejarah

Antonelli menjalani debut Formula 1 pada Grand Prix Australia 2025 dalam usia 18 tahun. Ia menjadi salah satu pembalap termuda yang pernah memulai balapan F1 sekaligus pembalap Italia pertama yang kembali berkompetisi di ajang tersebut sejak Antonio Giovinazzi pada 2021.

Meski harus beradaptasi dengan persaingan di level tertinggi, Antonelli mulai memperlihatkan kemampuannya. Ia sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, kecelakaan, dan hasil balapan yang belum konsisten. Namun, podium pertamanya di Grand Prix Kanada menjadi salah satu pencapaian penting dalam musim debutnya.

Antonelli mengakhiri musim rookie dengan koleksi tiga podium dan 150 poin. Ia menempati posisi ketujuh klasemen pembalap dan turut membantu Mercedes finis di posisi kedua klasemen konstruktor.

Kimi Antonelli  Pembalap Muda Mercedes yang Jadi Juara Dunia F1 Termuda
Foto: Kimi Antonelli (Instagram/@kimi.antonelli)

Memasuki musim keduanya pada 2026, performa Antonelli meningkat signifikan. Ia meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di China. Antonelli kemudian mencatatkan lima kemenangan beruntun sejak kemenangan perdananya, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pebalap lain dalam sejarah F1. 

Konsistensi sepanjang musim akhirnya mengantarkan Antonelli ke gelar juara dunia. Ia memastikan World Drivers' Championship 2026 setelah finis di posisi ketiga Grand Prix Mexico City. Dengan usia 20 tahun dan 68 hari, ia memecahkan rekor Sebastian Vettel sebagai juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1.

Hingga kemenangannya, Antonelli mencatatkan sembilan kemenangan Grand Prix, 16 podium, dan tujuh pole position. Dengan musim 2026 yang masih menyisakan sejumlah balapan, ia masih berpeluang menambah koleksi kemenangannya. Ia juga menjadi pembalap Italia pertama yang meraih gelar juara dunia F1 sejak Alberto Ascari pada 1953.

Dari kompetisi karting hingga mencapai puncak Formula 1 dalam waktu relatif singkat, perjalanan Antonelli menjadi salah satu kisah menarik dalam motorsport modern. Gelar juara dunia yang diraihnya pada usia 20 tahun juga menandai awal babak baru dalam kariernya. Dengan perjalanan yang masih panjang, Antonelli kini menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan dalam persaingan Formula 1 pada musim-musim mendatang. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic