figure

Kisah Alif Hijriah, Anak Tukang Bangunan Lulusan ITB dan Kini Jadi Tenaga Ahli Ekonomi

Penulis Firda Ayu
Mar 29, 2026
Alif Hijriah (Foto: instagram.com/adityapratamaghifary)
Alif Hijriah (Foto: instagram.com/adityapratamaghifary)

ThePhrase.id – Nama Alif Hijriah mungkin memang belum familiar di telinga, namun akun Instagramnya @aliftowew berhasil membantu banyak siswa memahami berbagai permasalahan di dunia matematika.

Di balik konten edukatif yang ia bagikan, Alif Hijriah merupakan generasi muda dengan perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Ia merupakan alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2014. 

Melalui akun Instagramnya, ia membagikan kisahnya sebagai anak tukang bangunan yang berhasil mewujudkan mimpi. Baru satu minggu mengenyam pendidikan di bangku kuliah, ia harus kehilangan sang ayah yang meninggal akibat serangan jantung saat mencari nafkah.

Kondisi tersebut membuat Alif harus mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Ia membagi waktunya antara kuliah dan bekerja, mulai dari mengajar part-time (paruh waktu), menjadi asisten dosen, hingga asisten laboratorium. 

Rutinitasnya berlangsung dari pagi hingga malam demi mencukupi kebutuhan keluarga. Dengan penghasilan dari mengajar serta dukungan beasiswa, ia berusaha bertahan dan menyelesaikan pendidikannya dengan penuh kedisiplinan. Bahkan, selama kuliah ia seringkali hanya mengeluarkan Rp11 ribu per harinya untuk bensin dan biaya parkir.

Kisah Alif Hijriah  Anak Tukang Bangunan Lulusan ITB dan Kini Jadi Tenaga Ahli Ekonomi
Alif Hijriah (Foto:instagram.com/aliftowew)

Dari pengalaman hidup tersebut, tumbuh semangat kuat dalam dirinya untuk terus belajar sekaligus berbagi ilmu. Kecintaannya pada matematika ia salurkan dengan cara yang sederhana, yaitu membantu teman-teman memahami pelajaran. 

Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi konten edukasi yang ia bagikan melalui media sosial, yang kini dikenal luas karena penyampaiannya yang kontekstual dan mudah dipahami.

Berangkat dari kegelisahan melihat masih banyak pelajar yang kesulitan mengakses pendidikan berkualitas, Alif bersama rekannya Aditya Pratama Ghifary kemudian merintis inovasi di bidang teknologi pendidikan. 

Ia terlibat dalam pengembangan layanan tryout dan latihan soal berbasis daring yang dapat diakses oleh pelajar dari berbagai daerah. Baginya, sebuah produk harus berangkat dari masalah nyata yang ingin diselesaikan, bukan sekadar ide semata.

“Kalau ingin membuat produk, jangan mulai dari produknya dulu, tapi mulai dari masalah apa yang ingin diselesaikan,” ujar Alif melansir laman ITB.

Perjalanan tersebut mengantarkannya menjadi Komisaris Utama PT Cerebrum Edukanesia Nusantara, sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi pendidikan. Melalui platform yang dikembangkan, Cerebrum menghadirkan berbagai layanan seperti bimbingan belajar online, latihan soal lengkap, hingga simulasi ujian yang membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. 

Selain itu, platform yang didirikan Alif tersebut juga dilengkapi video pembelajaran interaktif, modul digital, hingga sistem pembelajaran terintegrasi yang memudahkan proses belajar pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. 

Kisah Alif Hijriah  Anak Tukang Bangunan Lulusan ITB dan Kini Jadi Tenaga Ahli Ekonomi
Alif Hijriah (Foto:instagram.com/aliftowew)

Berbagai kemudahan ini ia hadirkan karena ia menyadari banyak pelajar menghadapi keterbatasan biaya untuk bimbingan belajar serta keterbatasan akses pendidikan di berbagai daerah. Berangkat dari itu, ia berharap bahwa teknologi dapat menjadi sarana penting dalam memperluas akses pendidikan.

Dalam perjalanannya  mengembangkan karier, Alif mengakui banyak menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia percaya bahwa kunci untuk terus berkembang adalah konsistensi, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi. 

Prinsip tersebut membawanya dipercaya mengemban peran sebagai Tenaga Ahli Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, sebuah posisi strategis yang membuatnya terlibat dalam isu pembangunan nasional.

Bagi Alif, pendidikan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah yang harus memberi manfaat bagi orang lain. Ia percaya bahwa setiap kesempatan belajar membawa tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat.

“Ketika kita mendapatkan kesempatan belajar, itu berarti ada tanggung jawab untuk memberi manfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” jelas Alif Hijriah. [fa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic