
Thephrase.id - Klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, baru saja menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions dengan menumbangkan raksasa Premier League, Manchester City, lewat skor meyakinkan 3-1 di tengah suhu ekstrem Lingkaran Arktik yang mencapai minus sembilan derajat Celsius.
Bertanding di atas permukaan lapangan sintetis yang menantang pada Selasa, 20 Januari 2026, barisan pemain muda asuhan Pep Guardiola tampak kesulitan beradaptasi dengan cuaca dingin yang membekukan, sehingga The Citizens harus menelan kekalahan memalukan kedua secara beruntun setelah sebelumnya takluk dalam laga derby melawan Manchester United.
Keunggulan tuan rumah bermula pada menit ke-22 ketika umpan silang melengkung yang dilepaskan oleh Ole Didrik Blomberg ke tiang jauh berhasil disambar dengan sundulan akurat oleh Kasper Hogh, yang seketika membuat seisi Aspmyra Stadium bergemuruh merayakan gol pembuka tersebut.
Lini pertahanan Manchester City tampak rapuh dan tidak terorganisasi dengan baik, terutama saat bek muda Max Alleyne melakukan kesalahan fatal dengan berlari terlalu jauh ke garis tengah namun gagal memotong bola, yang kemudian berujung pada hilangnya kontrol bola di area pertahanan sendiri hanya dua menit berselang.
Kesalahan tersebut harus dibayar mahal karena tim tuan rumah langsung menggandakan keunggulan melalui kerja sama apik Blomberg yang kembali mengirimkan bola ke dalam kotak penalti untuk diselesaikan dengan penyelesaian akhir satu sentuhan yang sangat tenang oleh Kasper Hogh.
Dominasi Glimt terus berlanjut hingga hampir membuahkan gol ketiga sebelum waktu menunjukkan tiga puluh menit, namun upaya sliding Kasper Hogh di tiang jauh yang bermaksud melengkapi hattrick-nya masih mampu diamankan tepat di garis gawang oleh kiper Gianluigi Donnarumma.
Di sisi lain, Erling Haaland yang biasanya tampil sangat produktif justru terlihat kehilangan sentuhan terbaiknya di tanah kelahirannya, yang terbukti ketika ia gagal mengonversi peluang emas menjadi gol meski sudah berdiri bebas hanya delapan yard di depan gawang sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Jens Petter Hauge membawa tim asuhan Kjetil Knutsen terbang lebih tinggi setelah aksi solo yang memukau diakhiri dengan tendangan melengkung ke pojok atas gawang, yang membuat harapan Manchester City untuk bangkit semakin menipis meski Rayan Cherki sempat memperkecil ketertinggalan.
Situasi bagi tim tamu semakin memburuk ketika gelandang andalan Manchester City, Rodri, harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah setelah menerima dua kartu kuning, yang praktis menutup peluang untuk mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini terasa sangat emosional mengingat tepat sepuluh tahun yang lalu Bodo/Glimt masih berjuang di kasta kedua sepak bola Norwegia, dan kini dalam kampanye di Liga Champions, mereka berhasil meraih kemenangan pertama yang paling bersejarah melawan tim Inggris.
Meskipun liga domestik Norwegia telah berakhir sejak November 2025 dan para pemain Bodo/Glimt tidak menjalani pertandingan kompetitif selama enam minggu terakhir, mereka tetap tampil dengan stamina dan kecepatan luar biasa yang terus merepotkan pertahanan Manchester City sepanjang laga.
Statistik mencatat bahwa starting eleven yang diturunkan oleh Pep Guardiola merupakan skuad termuda Manchester City dalam sejarah Liga Champions dengan rata-rata usia 24 tahun 84 hari, namun ambisi untuk memberikan jam terbang bagi pemain muda tersebut justru berujung pada malam penuh mimpi buruk.