sportTimnas Indonesia

Kisah Klub Calvin Verdonk di Prancis: Bangkit dari Jurang Kebangkrutan, Kini Jadi Paling Menguntungkan di Eropa

Penulis Ahmad Haidir
Apr 07, 2026
Calvin Verdonk baru memperkuat Lille pada musim ini. Foto Instagram Calvin Verdonk.
Calvin Verdonk baru memperkuat Lille pada musim ini. Foto Instagram Calvin Verdonk.

Thephrase.id - LOSC Lille berada di ambang kebangkrutan ketika grup investasi Merlyn Partners mengambil alih klub pada Desember 2020. Presiden klub Olivier Létang menggambarkan situasi saat itu sebagai kondisi finansial yang nyaris runtuh.

Meski kondisi keuangan tertekan, Lille secara paradoks memimpin klasemen Ligue 1 pada periode tersebut dan kemudian menutup musim dengan gelar juara liga keempat dalam sejarah klub.

Maren Schirmer dari Merlyn Partners menyebut ketimpangan antara performa olahraga dan kondisi finansial itu sebagai contoh nyata kompleksitas industri sepak bola modern.

Akuisisi dilakukan melalui Callisto Sporting setelah kreditur utama memaksa pemilik sebelumnya, Gerard Lopez, melepas sahamnya di tengah tekanan utang yang besar.

Schirmer mengungkapkan bahwa Lille saat itu menanggung utang eksternal sekitar 200 juta euro atau sekitar Rp3,4 triliun dengan bunga tinggi yang sulit dilunasi secara bertahap sehingga terus membengkak.

Selain utang, klub juga memiliki kewajiban pembayaran transfer pemain dalam jumlah besar serta beban gaji tinggi yang membuat model bisnis saat itu tidak berkelanjutan.

Ulasan The Athletic, manajemen baru kemudian menunjuk Létang, merestrukturisasi utang, menekan biaya operasional, dan merombak sistem kerja klub secara menyeluruh.

Létang menyatakan bahwa sejak Oktober 2024 Lille telah bebas utang dan menekankan bahwa masalah finansial dapat memperumit pengelolaan klub yang memang sudah kompleks.

Dalam laporan UEFA Februari, Lille tercatat sebagai klub paling menguntungkan di Eropa dengan laba sebelum pajak 94 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun pada musim 2024-2025, sekaligus menjadi tahun keempat berturut-turut mereka mencetak keuntungan.

Dalam periode 2021-2025, Lille membukukan total laba sebelum pajak 170,8 juta euro atau sekitar Rp2,9 triliun, berbanding terbalik dengan kerugian 266,9 juta euro atau sekitar Rp4,5 triliun pada empat tahun sebelum pandemi Covid-19.

Beban gaji klub juga berhasil ditekan dari 89,9 juta euro atau sekitar Rp1,5 triliun pada 2019-2020 menjadi 74,7 juta euro atau sekitar Rp1,27 triliun pada 2023-2024, dengan rasio gaji terhadap pendapatan mencapai 63 persen.

Létang kemudian merampingkan skuad dari lebih dari 60 pemain profesional menjadi sekitar 23 hingga 24 pemain untuk meningkatkan kualitas latihan dan jalur promosi ke tim utama.

Ia mencontohkan pengembangan Lucas Chevalier yang sengaja diberi ruang berkembang hingga akhirnya menjadi salah satu kiper terbaik Ligue 1 sebelum dijual sekitar 40 juta euro atau Rp680 miliar.

Kisah Klub Calvin Verdonk di Prancis  Bangkit dari Jurang Kebangkrutan  Kini Jadi Paling Menguntungkan di Eropa
LOSC Lille berada di ambang kebangkrutan ketika grup investasi Merlyn Partners mengambil alih klub pada Desember 2020. Foto Instagram Calvin Verdonk.

Strategi serupa diterapkan pada Carlos Baleba yang direkrut 400 ribu euro atau sekitar Rp6,8 miliar lalu dijual dengan nilai mendekati 26 juta euro atau sekitar Rp520 miliar setelah proses adaptasi yang terstruktur.

Akademi klub juga direvitalisasi untuk kembali menjadi sumber talenta seperti sebelumnya, dengan pendekatan pembinaan jangka panjang yang menggabungkan pendidikan, pelatihan, dan identitas klub.

Model bisnis Lille bertumpu pada jual beli pemain, termasuk transfer besar seperti Leny Yoro senilai 62 juta euro atau sekitar Rp1,05 triliun, serta sejumlah pemain lain yang dijual dengan keuntungan signifikan.

Pendapatan hak siar domestik yang hanya sekitar 20 juta euro atau Rp340 miliar memaksa Lille bergerak lebih cepat dan kreatif dibanding klub dengan sumber daya lebih besar.

Létang menegaskan bahwa keseimbangan antara pemain muda dan pengalaman, termasuk figur senior seperti Olivier Giroud, menjadi kunci dalam menjaga performa tim.

Setelah sempat terganggu cedera pemain pada awal tahun, Lille yang diperkuat pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, kembali bersaing di papan atas Ligue 1 dan tetap membidik tiket kompetisi Eropa sambil mempertahankan identitas permainan yang telah dibangun.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic