
Thephrase.id - Riccardo Leighton melalui perusahaannya Ultra Vita telah menjelma menjadi sosok kunci bagi para pesepak bola elite Premier League dalam mendapatkan kendaraan impian sejak ia memulai kiprahnya di industri otomotif pada 2016.
Daftar klien yang pernah ia tangani mencakup deretan nama besar seperti Harry Kane, John Terry, Kyle Walker, Paul Pogba, hingga Bruno Fernandes yang mempercayakan kebutuhan mobilitas mereka kepada mantan talenta muda sepak bola ini.
Meski sering menangani transaksi kendaraan bernilai fantastis seperti Bugatti seharga 1,2 juta poundsterling (Rp27,2 miliar), Leighton kerap mengingatkan para pemain muda agar tidak terjebak dalam gaya hidup mewah yang melampaui kapasitas finansial mereka.
"Saya ingat seorang pemain membeli Lamborghini saat dia berusia 19 tahun, dia mengendarainya ke tempat latihan dan diberitahu oleh klub bahwa dia harus menjualnya, tetapi dia terjebak dalam kesepakatan itu sehingga dia harus melunasinya selama beberapa tahun," tegasnya dilansir Daily Mail.
Tren modifikasi di kalangan pemain bintang kini telah bergeser dari sekadar pemasangan konsol permainan atau mesin kopi menjadi penambahan fitur teknologi tinggi yang bertujuan untuk mendukung proses pemulihan fisik mereka setelah bertanding.
Banyak pemain kini meminta pemasangan alat medis khusus di dalam kabin mobil jenis Mercedes V-Class agar waktu perjalanan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga kebugaran tubuh sebelum jadwal latihan dimulai.
"Kami memiliki beberapa mobil Mercedes V-Class di mana mereka akan melengkapi bagian dalamnya dengan lengan pemulihan untuk kaki para pemain saat mereka duduk di belakang, beberapa pemain telah meminta mesin pemulihan es untuk dipasang, lengan yang bertindak sebagai kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan," bebernya.
Keberhasilan Leighton dalam membangun jejaring luas di berbagai klub sepak bola Inggris didasari oleh prinsipnya yang selalu memperlakukan para pemain bintang tersebut layaknya individu biasa tanpa memberikan tekanan berlebihan sebagai penggemar.
Ia mengambil peran untuk mengurus seluruh proses birokrasi dan pemilihan opsi kendaraan agar para pemain tidak perlu menghadapi kerumunan massa di diler lokal saat ingin membeli mobil baru yang mereka inginkan.

Pemahaman mendalam mengenai industri ini didapatkan Leighton karena ia sendiri merupakan mantan pemain muda Nottingham Forest yang terpaksa pensiun dini pada usia 19 tahun akibat cedera lutut parah yang menghancurkan impian sepak bolanya.
"Saya mengalami cedera lutut di tahun kedua saya tinggal jauh dari rumah, saya berusia 17 tahun saat pertama kali mengalami cedera ACL dan kemudian mengalami cedera tulang rawan, saya pensiun pada usia 19 tahun, saya menjalani empat kali operasi dan pada usia 25 tahun, saya memiliki lutut orang berusia 40 tahun!" ucapnya.
Setelah berhenti bermain sepak bola, nasib mempertemukannya dengan mantan penyerang West Ham, Marlon Harewood, yang kemudian menjadi mentornya dalam merintis bisnis kustomisasi mobil mewah bagi para atlet profesional.
Kini ia rutin melayani jasa pengiriman mobil mewah lintas negara bagi pemain asing yang merumput di Inggris, termasuk memfasilitasi kebutuhan Diogo Dalot dan Antony yang sangat puas dengan pelayanan personal yang ia berikan.
Leighton kini aktif menggunakan kisah hidupnya yang penuh lika-liku untuk memberikan edukasi kepada para pemain muda agar selalu memiliki rencana cadangan dalam hidup karena karier di dunia sepak bola bisa berakhir sangat cepat.
"Saya menggunakan pengalaman saya dalam pembicaraan saya dengan para pemain muda, ini adalah poin yang bagus untuk menunjukkan kepada mereka agar memiliki sesuatu yang lain untuk diandalkan dalam hidup mereka, karena sepak bola dapat berubah begitu cepat," tandasnya.