sportTimnas Indonesia

Kisah Peziarah Sepak Bola: Mengapa John Herdman Memilih Timnas Indonesia sebagai Pelabuhan Barunya

Penulis Ahmad Haidir
Jan 20, 2026
John Herdman banyak bercerita mengenai karier kepelatihannya sebelum menangani Timnas Indonesia. Foto PSSI.
John Herdman banyak bercerita mengenai karier kepelatihannya sebelum menangani Timnas Indonesia. Foto PSSI.

Thephrase.id - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, memandang posisi barunya sebagai sebuah tanggung jawab masif karena menyangkut antusiasme dan semangat petualangan dari 280 juta jiwa penduduk Indonesia yang sangat mencintai sepak bola.

Bagi juru taktik asal Inggris ini, menangani Tim Merah saat ini terasa seperti sebuah kaleidoskop perasaan yang sangat mendalam, terutama ketika ia mulai mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang memberinya kesadaran akan besarnya beban di pundaknya.

Herdman merasa bahwa jutaan rakyat Indonesia memiliki hak untuk melihat Tim Merah Putih berada di level tertinggi sepak bola dunia, sebuah keinginan kuat yang bisa ia rasakan secara nyata melalui setiap potongan video yang ia tonton sebelum memulai masa jabatannya.

"Terdapat 280 juta orang yang menikmati semangat petualangan itu. Ini adalah tanggung jawab besar. saya senang melihat orang tumbuh berkembang sebagai guru, siap untuk naik ke level berikutnya dan anda tahu, semoga yang akan menjadi warisan saya adalah saya dapat membantu proses itu. Ini adalah Garuda yang baru," beber Herdman dari Youtube Timnas Indonesia.

Sebagai seorang pemimpin, Herdman menyatakan kesiapannya untuk memikul beban harapan tersebut demi membuka kesempatan besar bagi kemajuan negara ini di kancah internasional melalui visi permainan yang ia sebut sebagai "Garuda Baru".

"Saya rasa, itu seperti kaleidosko dari perasaan. Mulai pagi tadi, saya mendengarkan lagu kebangsaan, dan mendapatkan perasaan ini adalah tanggung jawab besar," lanjut Herdman.

"Terdapat 280 juta orang yang, anda tahu, berhak berada di level tertinggi sepak bola dunia. mereka sangat menginginkannya dan anda bisa merasakannya di setiap video yang saya tonton," tambahnya.

"Bagi saya, emosi-emosi itu, saya merasakan untuk pertama kalinya tanggung jawab itu. Anda tahu ini adalah kesempatan besar bagi negara ini. Dan sebagai pemimpin, saya siap memikul beban itu," ungkap Herdman.

Mengenai latar belakang kariernya, ia mengungkapkan bahwa kebanyakan pelatih hebat tidak selalu berasal dari pemain level atas, melainkan individu yang ingin terus menghidupkan semangat olahraga melalui peran sebagai pendidik setelah menyadari keterbatasan mereka sebagai pemain.

"Menurut saya, kebanyakan pelatih tidak bermain di level tertinggi. Mereka akhirnya melatih, Anda tahu, Anda sebagai pemain sepak bola itulah mimpinya. Dan ketika Anda tidak cukup baik untuk bermain di level itu, maka Anda ingin melanjutkan semangatmu dalam olahraga," ucap Herdman.

"Anda tahu, saya beruntung karena saya menikmati waktu bekerja bersama orang-orang. saya senang melihat orang tumbuh berkembang sebagai guru, sebagai pendidik, sebagai dosen. Saya selalu menikmati pengajaran, proses belajar, sehingga saya mampu secara alami bertransisi ke pelatihan sepak bola," tegasnya.

"Bekerja di level akar rumput, di tingkat akademi profesional, dan kemudian lanjut ke sepak bola wanita, Olimpiade sepak bola, Piala Dunia, klub sepak bola, sekarang di sini di Indonesia. Jadi, saya pikir kebanyakan pelatih adalah guru mereka. Mereka ingin mengajar dan membantu orang-orang menjadi lebih baik, bertumbuh, sehingga anda tahu itulah filosofi utama saya sebagai pelatih," ungkapnya.

Herdman memandang transisinya dari pengajaran di dunia akademis menuju pelatihan sepak bola profesional sebagai sebuah proses alami karena ia sangat menikmati seni mengajar dan melihat proses perkembangan orang-orang yang bekerja bersamanya.

Perjalanan kepelatihannya dimulai secara dini pada usia 17 tahun, di mana ia menunjukkan kepribadian yang sangat obsesif terhadap komitmen dengan berhasil meraih kualifikasi kepelatihan pertama di usia 18 tahun dan Lisensi UEFA saat menginjak usia 20 tahun.

Dedikasi yang tinggi telah membawa sosok ini bertualang ke berbagai belahan dunia, mulai dari Selandia Baru hingga Kanada, guna membantu tim putra maupun putri di negara-negara tersebut mencapai level permainan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Timnas Indonesia menjadi destinasi yang sangat menarik bagi Herdman karena ia merasakan adanya tanda-tanda jelas bahwa negara ini sudah sangat siap untuk melangkah ke tingkatan berikutnya dalam kancah sepak bola global.

Inspirasi terbesar dalam hidupnya datang dari sang kakek yang merupakan seorang mantan petinju profesional dan tentara yang sangat disiplin, serta sosok legendaris Newcastle United, Sir Bobby Robson, yang menjadi panutannya dalam hal etos kerja.

Herdman sangat mengagumi bagaimana Sir Bobby Robson tetap menjaga akar kelas pekerjanya dengan rendah hati, memiliki selera humor yang baik, namun tetap menekankan pentingnya bekerja keras untuk meraih segala sesuatu dalam hidup.

"Saya pikir dalam hidup Anda memiliki banyak inspirasi. Kakek saya adalah inspirasi besar, beliau sekarang adalah petinju profesional dan Anda tahu, juga seorang bekas tentara," ujar Herdman.

"Beliau sangat disiplin dan seorang pria hebat, sehingga maksud saya sebagai titik awal, Anda melihat ke keluarga dan kemudian dalam hidup seperti Anda tumbuh bersama orang yang berbeda, saya pikir, Anda tahu, menonton Sir Bobby Robson di Newcstle United," ucapnya.

"Bersama rekan-rekan di utara lainnya yang berasal dari latar belakang kelas pekerja dan mampu menjadi peziarah dalam sepak bola, dan bertandang ke banyak negara yang berbeda," katanya.

"Saya pikir dia telah menjadi inspirasi besar karena dia selalu menjaga akar utaranya dan akar utama kami, Inggris Utara, adalah selera humor yang baik. Anda harus tertawa, tetapi anda harus bekerja keras dan ada kerendahan hati," papar Herdman.

"Kami tidak menerima begitu saja. Anda harus bekerja keras dan Anda bekerja untuk hal-hal dalam hidup. Jadi saya selalu menentukan, dia sebagai insiprasi besar dalam sepak bola," tandasnya.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic