
ThePhrase.id – Di usianya yang masih muda, Rahel Kahi Timba dikenal sebagai atlet tinju putri berprestasi yang juga menjadi pengemudi ojek online. Perempuan kelahiran Waingapu, Sumba Timur, 26 Februari 2003 ini menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa seseorang tetap berprestasi meski menghadapi keterbatasan.
Melansir Indonesia Surya, Rahel lahir dari pasangan Hiwa Talu Kabu dan almarhumah Yuliana Dawe Ngana. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana bersama tiga saudaranya, dan harus hidup mandiri serta membantu perekonomian keluarganya setelah sang ibu meninggal dunia.
Pendidikan dasar Rahel ditempuh di SD Maranatha Waikabubung, yang kemudian ia lanjutkan di SMP Negeri 1 Tabundung. Setelah itu ia bersekolah di SMA Negeri Kambara Waingapu.
Ketertarikannya terhadap olahraga tinju mulai berkembang saat duduk di bangku SMA. Ketika berada di kelas dua SMA, seorang senior yang mengetahui minatnya mengajaknya berlatih di Glazer Boxing Camp Waingapu. Dari sanalah, Rahel mulai menekuni tinju secara lebih serius.
Kerja kerasnya dalam berlatih berhasil membuahkan hasil ketika ia berhasil meraih Juara 1 Pra PON 2023 tingkat provinsi. Prestasi tersebut mengantarkannya untuk memperkuat kontingen Nusa Tenggara Timur pada cabang olahraga tinju di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara.
Prestasinya di dunia tinju membawa perempuan berusia 23 tahun ini melanjutkan pendidikan tinggi dengan beasiswa sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Persatuan Guru 1945 NTT di Kota Kupang. Saat ini, Rahel menjalani perkuliahan dengan cita-cita menjadi seorang jaksa di masa depan.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan atlet, Rahel juga bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Sejak 2023 ia bergabung sebagai mitra driver Maxim Bike di Kota Kupang. Pekerjaan ini ia jalani di sela jadwal latihan serta kuliahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban ayahnya dan membantu adik-adiknya di kampung halaman.
“Setiap hari saya harus mengatur waktu dengan disiplin. Mulai dari bekerja sebagai driver, latihan, dan juga kuliah. Saya merasa bahagia menjalani profesi ini karena selain memberikan waktu bekerja yang fleksibel, saya juga bisa bertemu dengan banyak orang baik di sekitar saya, termasuk teman-teman baru dari sesama driver yang suportif,” ujar Rahel.
Di awal kariernya menjadi driver ojol, Rahel bahkan harus menyewa motor untuk bisa mendaftar sebagai pengemudi. Namun setelah memperoleh bonus dari ajang PON, ia akhirnya dapat membeli motor sendiri untuk ojek online.
Bagi Rahel, tidak ada alasan untuk merasa malu bekerja sebagai pengemudi ojol meskipun ia adalah mahasiswa hukum dan atlet. Ia percaya bahwa bekerja secara halal untuk memenuhi kebutuhan sendiri adalah hal yang patut dibanggakan.
Pada kesempatan berbeda, Business Development Manager Maxim Indonesia, Ridwan Damang Muda menilai kisah Rahel dapat menjadi inspirasi bahwa kedisiplinan dan kerja keras mampu memberikan hasil yang membanggakan.
“Perjalanan Rahel menjadi contoh yang memotivasi untuk terus berjuang meraih cita-cita. Tentunya apresiasi kami berikan atas kegigihannya yang membuktikan bahwa disiplin dan kerja keras memungkinkan seseorang tetap berprestasi di berbagai bidang. Kami berharap kisah ini dapat memberi inspirasi bagi mitra driver lainnya maupun masyarakat luas,” ujar Ridwan melansir keterangan tertulis. [fa]