sportLiga Champions Eropa

Kisah Valdas Dambrauskas Membawa Sabah Melawan Manchester United di Liga Champions

Penulis Rangga Bijak Aditya
Sep 08, 2026
Valdas Dambrauskas akan kembali ke Old Trafford pada Kamis, 10 September 2026 dengan membawa Sabah untuk menjalani pertandingan Liga Champions 2026-2027. (Foto: Instagram Valdas Dambrauskas)
Valdas Dambrauskas akan kembali ke Old Trafford pada Kamis, 10 September 2026 dengan membawa Sabah untuk menjalani pertandingan Liga Champions 2026-2027. (Foto: Instagram Valdas Dambrauskas)

ThePhrase.id - Valdas Dambrauskas akan kembali ke Old Trafford pada Kamis, 10 September 2026 dengan membawa Sabah untuk menjalani pertandingan Liga Champions.

Sebuah momen yang mempertemukan pelatih asal Lithuania tersebut dengan stadion yang pernah menjadi bagian dari perjalanan awalnya di dunia kepelatihan sekitar dua dekade lalu.

"Ini di luar bayangan saya. Bisa melewati terowongan menuju lapangan tersebut," tegasnya bercerita dilansir BBC.

"Saya sudah berkali-kali datang ke Old Trafford bersama anak-anak, dan sekarang saya akan datang sebagai pelatih," lanjutnya.

Perjalanan Dambrauskas menuju panggung Liga Champions memiliki titik awal yang tidak biasa karena pada 2002 ia tampil dalam Who Wants to Be a Millionaire? versi Lithuania.

Ia menggunakan hadiah sebesar 4.000 litas atau sekitar 725 poundsterling (Rp17 juta) untuk pindah ke London demi mengejar kesempatan memperoleh lisensi kepelatihan dan membangun karier di sepak bola.

"Ide saya adalah mencoba mengikuti berbagai kursus untuk mendapatkan lisensi kepelatihan, kemudian mungkin suatu hari kembali ke Lithuania dan mulai bekerja sebagai pelatih sepak bola," ucapnya.

Pada Agustus 2002, Dambrauskas yang saat itu berusia 25 tahun tiba di London dengan visa pelajar dan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas, menjalani delapan tahun penuh perjuangan dengan bekerja di berbagai bidang sekaligus menekuni kepelatihan melalui proyek komunitas, klub semiprofesional, dan program pembinaan pemain muda.

"Saya pernah menjadi tukang kebun, pekerja serabutan, mengantarkan koran pada awalnya, dan juga memoles lantai di sebuah pub, begitu banyak pekerjaan yang saya lakukan, mulai dari bekerja di ritel, kemudian menjadi petugas pengembangan olahraga, manajer pengembangan olahraga, hingga bekerja di YMCA pusat, bahkan saya menjalani dua, tiga, terkadang empat pekerjaan sekaligus," bebernya.

Kisah Valdas Dambrauskas Membawa Sabah Melawan Manchester United di Liga Champions
Valdas Dambrauskas lama tinggal di Inggris. (Foto: Instagram Valdas Dambrauskas)

Karier kepelatihannya mulai berkembang setelah ia mengikuti pendidikan ilmu olahraga dan kepelatihan di London Metropolitan University pada 2004, menjadi sukarelawan di Access to Sports Project untuk anak-anak kurang mampu di Finsbury Park dan berkembang bersama London Tigers hingga menangani tim utama di kompetisi nonliga.

"Saya mengikuti setiap kursus yang memungkinkan, setiap konferensi, pertemuan London Football Coaches Association, dan di mana pun saya bisa pergi hanya untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, tambahan diploma, atau kursus tambahan, hal itu sangat penting bagi saya dan saya memanfaatkan setiap kesempatan yang ada," lanjutnya.

Kesempatan besar datang pada tahun yang sama ketika Manchester United Soccer Schools memberinya peluang. Dambrauskas kemudian menghabiskan lima tahun melatih dalam program residential course di Inggris dan Eropa sebelum sempat bekerja bersama Fulham dan Brentford serta akhirnya meninggalkan Inggris untuk kembali ke Lithuania pada akhir 2010.

Setelah bergabung dengan Ekranas sebagai asisten pelatih tim utama dan tim cadangan, Dambrauskas dipercaya menangani Zalgiris Vilnius dan meraih dua gelar liga, tiga Piala Lithuania, serta dua Piala Super Lithuania dalam tiga musim, termasuk treble pada 2016, sebelum berpindah-pindah ke delapan klub dalam sembilan tahun di tujuh negara.

Perjalanan tersebut membawanya meraih trofi bersama RFS di Latvia, Ludogorets Razgrad di Bulgaria, serta Hajduk Split di Kroasia, sebelum menangani OFI Crete, Omonia, dan Diosgyori, lalu bergabung dengan Sabah pada musim panas 2025 dan langsung membawa klub tersebut meraih gelar liga serta piala pada musim pertamanya.

Keberhasilan bersama Sabah kemudian berlanjut di Liga Champions setelah mereka melewati empat babak kualifikasi dengan menyingkirkan TNS, KuPS, Aarhus, dan Hapoel Beer-Sheva, termasuk kemenangan dramatis 5-2 pada leg kedua setelah gol Tellur Mutallimov pada menit keempat masa tambahan waktu membuat pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan Sabah menang agregat 6-4.

"Untuk bisa tampil di Liga Champions adalah sesuatu yang di luar bayangan. Kami belum pernah lolos ke Conference League, kami juga belum pernah lolos ke Liga Europa, bahkan kami belum pernah melewati lebih dari dua putaran berturut-turut dalam satu kompetisi, dan sekarang tiba-tiba kami berada di sini," tandasnya. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic