
ThePhrase.id – Bagi pencinta skincare lokal pasti sudah tidak asing dengan brand Harlette Beauty. Di balik merek tersebut, nama Valencia Nathania muncul sebagai salah satu sosok muda yang bukan hanya membangun brand kecantikan, tetapi juga membawa cerita personalnya ke dalam setiap produk dari Harlette Beauty.
Ketertarikan Valencia pada dunia skincare berawal dari pengalaman yang tidak mudah. Saat itu, Valencia pernah mengalami masalah jerawat parah yang berdampak besar pada kesehatan mentalnya. Pada masa itu, Valencia bahkan sempat mengalami depresi, mengurung diri di rumah, bahkan enggan bertemu dengan orang lain.
Kondisi kulit yang sensitif, perawatan yang belum tepat, serta depresi terus memperparah kondisi jerawatnya. Saat itu juga, beberapa produk yang sempat membantu kondisi jerawatnya justru berhenti diproduksi, termasuk obat kulit yang membuatnya sempat bergantung.
Kehilangan “penolong” tersebut menjadi titik balik. Valencia mulai menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari jerawat dan perawatan kulit secara mendalam. Rasa penasaran itu membawanya mempelajari berbagai hal mengenai perawatan kulit, termasuk mengikuti kelas Formula Botanica, platform pendidikan dari Inggris yang berfokus pada formulasi kosmetik organik.

Dari sanalah ia mulai memahami ilmu di balik pembuatan skincare dan ingin meracik produknya sendiri.
Uniknya, Valencia sendiri merupakan lulusan Binus University dari jurusan Akuntansi. Jurusan ini membekalinya dengan pemahaman dasar tentang keuangan dan bisnis. Pengalamannya semakin kaya ketika mengikuti program Enrichment Binus dan menjalani studi ke Korea Selatan selama enam bulan.
Di Korea yang dikenal akan berbagai skincare-nya ini, Valencia mendalami ekosistem skincare di Negara Ginseng tersebut. Di sana, ia tak hanya mengenal berbagai brand ternama, Valencia juga mempelajari manajemen bisnis, pengembangan produk, hingga strategi branding untuk produk skincare.
Berbagai pengalaman tersebut membuat Valencia mantap mendirikan Harlette Beauty pada tahun 2019. Awalnya, ia meracik sendiri produk-produknya di dapur rumahnya sendiri. Tak langsung mulus, Valencia bahkan harus menghabiskan waktu hampir satu tahun untuk belajar formulasi dari nol, menguji produk, dan memastikan setiap bahan aman serta cocok untuk kulit sensitif.
Selain memastikan kualitas produknya, Valencia juga harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, pemahaman konsep bisnis, hingga persaingan ketat dengan produk luar negeri.
Dari berbagai tantangan tersebut, Valencia menyadari bahwa membangun bisnis bukan sekadar menjual produk. Ada tanggung jawab besar agar bisnisnya dapat dikelola dengan lebih bijak, seperti mengelola sumber daya manusia, keuangan, hingga menjaga kualitas dan nilai brand. Prinsip inilah yang terus ia pegang hingga Harlette berkembang seperti sekarang.

Dikenal akan superfood skincare atau skincare yang menggunakan bahan-bahan kaya nutrisi, salah satu produk unggulan Harlette Beauty memiliki bahan dasar oat. Seperti Oatmilk Gentle Facial Wash yang dirancang untuk membersihkan kulit dengan lembut sekaligus menenangkan kulit sensitif.
Sempat mengalami permasalahan jerawat serta memiliki kulit sensitif membuat Valencia mengusung konsep clean beauty, vegan, dan cruelty-free sebagai fondasi dari Harlette Beauty.
Jika banyak brand berlomba-lomba menggunakan figur publik sebagai brand ambassador, Valencia memilih tidak mengikuti trend tersebut. Keputusan ini lahir dari idealismenya yang ingin konsumen memilih Harlette karena kualitas dan manfaat produknya, bukan semata karena sosok terkenal yang mempromosikannya.
Kini, Harlette Beauty terus bertumbuh. Melalui PT Valencia Organika Global, Harlette mampu memproduksi lebih dari 200.000 produk per bulan. Tak puas sampai di situ, Valencia juga memanfaatkan popularitas skincare Asia untuk membawa Harlette Beauty ke pasar global, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.
“Saya memiliki passion pada inovasi, storytelling, dan membantu setiap orang merasa lebih percaya diri dengan kulit mereka sendiri. Harlette kini telah berkembang melampaui Indonesia, dengan rencana membawa skincare vegan dan cruelty-free kami ke pasar global,” tulis Valencia melalui laman LinkedIn miliknya. [fa]