
ThePhrase.id - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto mengatakan bahwa pihaknya berencana menggelar rapat bersama Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin guna membahas insiden gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon dan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus.
Ia menjelaskan, tanggal pelaksanaan rapat masih mencari waktu yang tepat agar pembahasan dapat berjalan optimal, di tengah agenda Menhan yang cukup padat.
“Kita sedang jadwalkan, sebab beliau juga bukannya enggak mau, kadang beliau kan juga jadwalnya sudah sebulan di muka. Jadi, kita lihat, yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta dan kita ambil kebijakan enggak keliru,” ujar Utut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/4) dikutip Antaranews.
Rapat tersebut akan membahas secara menyeluruh terkait gugurnya prajurit Indonesia yang tengah menjalankan misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL).
Selain itu, Komisi I juga akan menyoroti insiden penyiraman air keras agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ya itu prajurit yang gugur. Kita semua kan berduka, mudah-mudahan enggak ada lagi yang gugur, dan terus juga soal, mudah-mudahan, bagaimana sikap kita jangan sampai terulang lagi kasus penyiraman. Itu kira-kira agendanya,” tukasnya.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan gugur akibat serangan Israel pada akhir Maret.
Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Jenazah ketiganya telah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu (4/4) dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Sementara pada kasus penyiraman air keras yang menimpa pejuang HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, Polisi Militer telah menetapkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sebagai tersangka, yakni Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES. (Rangga)