trending

Komisi XI DPR Pasang Badan Soal Pernyataan Prabowo Orang Desa Tidak Pakai Dolar

Penulis M. Hafid
May 18, 2026
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: fraksigolkar.com
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: fraksigolkar.com

ThePhrase.id - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun pasang badan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal orang desa tidak pakai dolar.

Menurut Misbakhun, pernyataan Prabowo bertujuan untuk menenangkan masyarakat. Kendati begitu, dia menyebut orang kaya yang paling terdampak atas melonjaknya dolar Amerika Serikat. 

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," kata Misbakhun kepada wartawan, Minggu (17/5).

Di sisi lain, Misbakhun menilai pernyataan Prabowo mengingatkan Bank Indonesia (BI) agar mengendalikan rupiah. Baginya, rupiah memang harus dikendalikan nilainya ke titik ideal karena akan berpengaruh ke masyarakat. 

"Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu apa? Yang selama ini bahan bakunya impor. Dan salah satu yang impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Menurut politisi Golkar itu, dolar yang menguat akan berdampak pada inflasi karena impor bahan baku menjadi mahal. Selain itu, rupiah saat ini melewati lebih dari Rp1.000 dari asumsi makro yang ada di ABBN 2026.

"Tentunya apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik, supaya masyarakat tetap tenang dan masyarakat tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya ingin mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita," ucapnya.

Walaupun demikian, menurut Misbakhun, ada makna tersirat Prabowo bahwa menjadikan isu soal pelemahan rupiah ini sebagai isu yang menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Untuk itu, BI diminta segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret mengembalikan rupiah pada penguatan yang memadai, karena BI menyampaikan bahwa rupiah under value.

"Dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan. Dan tentunya kami di Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang strategis bagaimana bisa melakukan upaya penguatan kembali nilai rupiah kepada angka pada harga atau pada nilai yang menurut saya sepantasnya," kata Misbakhun.

Prabowo sebelumnya menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya, turunnya nilai tukar rupiah tidak berdampak langsung bagi masyarakat di pedesaan.

Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Mulanya dia menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.

"Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjaga stabilitas keuangan. Prabowo mengatakan, jika Purbaya masih tersenyum, keuangan negara berada dalam keadaan aman.

"Menteri-menteri, ada yang ngurus legalitas masalah hukumnya, ada yang ngurus, ada yang ngurus keuangan, ya. Purbaya sekarang populer banget Purbaya. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, nggak usah kalian khawatir itu," tandasnya. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic