Komunitas Perempuan Sendangguwo, LSM PATTIRO Semarang dan IDEA Selenggarakan Posbindu Difabel

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Gandeng Komunitas Perempuan Kelurahan Sendangguwo, PATTIRO Semarang dan IDEA menyelenggarakan Media Briefing bertajuk “Kebijakan Pelayanan Kesehatan Bagi Disabilitas di Kota Semarang”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (28/01/2022) ini juga mendapat dukungan dari Uni Eropa dan Hivos.

Dalam kegiatan tersebut, PATTIRO, IDEA, dan Komunitas Perempuan Kelurahan Sendangguwo membahas mengenai program SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-Led Advocacy and Social Audit Networks) yang telah mereka jalani selama ini.

Sebelumnya pada tahun 2020, komunitas ini juga telah menyepakati mengenai isu yang akan dibenahi dalam program tersebut, yakni pelayanan kesehatan, terutama advokasi terhadap program Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang responsif disabilitas.

Beberapa upaya di lapangan yang telah dilakukan antara lain mengurus legalitas Posbindu disabilitas melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Lurah Kelurahan Sendangguwo serta berkoordinasi dengan Puskesmas Kedungmundu untuk proses pelaksanaan di lapangan.

Kegiatan Posbindu Kasih Ibu yang diselenggarakan oleh LSM PATTIRO Semarang, IDEA, dan Komunitas Perempuan Sendangguwo (Foto: kuasakata.com)

Posbindu kerap menyediakan pelayanan kesehatan bagi para penyandang disabilitas seperti check up gula darah, kolesterol, dan tekanan darah, bahkan konseling dan edukasi.

Tutik Wahyuningtyas selaku ketua Komunitas Perempuan Sendangguwo mengatakan bahwa melalui program SPEAK, Posbindu disabilitas ini mendapatkan respon baik dari warga, terutama para penyandang disabilitas. Hal ini terlihat saat penyelenggaraan Posbindu pertama yang mencatat kehadiran warga hingga mencapai 75%.

Tutik juga mengatakan bahwa Posbindu bernama “Kasih Ibu” ini juga kerap mendatangi rumah-rumah warga agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan dari program ini.

“Jika tidak bisa hadir, kami akan mendatangi langsung ke rumahnya, kita coba jemput bola untuk memberikan akses pelayanan kesehatan kepada mereka meskipun masih terkendala keterbatasan tim medis untuk diajak dari pintu ke pintu” kata Tutik.

Amrinalfi Khair Wijayanto selaku Field Officer program SPEAK Kota Semarang mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Posbindu ini telah berkembang cukup pesat.

“Bahkan saat ini jika ada teman-teman disabilitas yang meninggal atau melahirkan, ketua RT atau RW malah melapor ke ketua Posbindu saking terkoneksinya,” ungkapnya.

Amri mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat membuat warga penyandang disabilitas mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah tanpa rasa malu dan sungkan. [hc]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you