ThePhrase.id - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa konsolidasi internal Partai Demokrat menjadi kunci utama dalam memperkuat organisasi partai sekaligus meraih keberhasilan politik ke depan.
Dalam pernyataannya yang disampaikan secara virtual dalam Musda V Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Hotel Aryaduta, Palembang pada Jumat (2/5), AHY menyampaikan bahwa konsolidasi tidak hanya penting dilakukan saat momentum tertentu seperti Musyawarah Daerah (Musda), tetapi harus menjadi upaya berkelanjutan di semua tingkatan partai.
“Konsolidasi partai adalah langkah strategis yang fundamental, yang harus kita kawal bukan hanya saat Musda, tetapi juga setiap saat. Organisasi akan sehat, siap, dan mampu mencetak prestasi jika solid, jika ada kepemimpinan yang efektif, serta manajemen partai yang mampu menghadirkan suasana kekeluargaan namun tetap profesional dan siap berkompetisi,” ujar AHY.
AHY mengajak seluruh kader, mulai dari tingkat pusat hingga akar rumput untuk menjaga kekompakan dan kesatuan arah perjuangan. Ia menegaskan bahwa soliditas internal merupakan fondasi penting bagi keberhasilan partai di berbagai agenda politik.
“Saya rasa ini adalah spirit yang harus kita jaga bersama. Kita harus solid secara internal. Saya bertanggung jawab di tingkat nasional, tetapi di DPD, DPC, PAC, ranting, hingga kader di akar rumput, semuanya harus satu barisan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, AHY mengingatkan bahwa perjuangan politik tidak bisa dilakukan secara instan. Ia meminta kader untuk aktif hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya bergerak menjelang tahun politik.
Menurutnya, kepercayaan publik harus dibangun melalui kerja nyata serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa tujuan utama politik tidak semata-mata memenangkan pemilu, tetapi juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan rakyat.
“Winning the heart and mind of the people itu keharusan. Turunlah ke masyarakat, jangan menunggu tahun politik. Hadir dengan solusi dan empati,” tandasnya. (Rangga)