
Thephrase.id - Proses penelaahan tengah berlangsung di internal The Football Association (FA) menyusul pernyataan Sir Jim Ratcliffe mengenai imigrasi yang menuai reaksi luas. Badan pengatur sepak bola Inggris itu menimbang apakah ucapan tersebut masuk kategori tindakan yang mencederai reputasi kompetisi dan layak diproses sebagai pelanggaran disiplin.
Opsi yang tersedia bagi FA mencakup pembukaan perkara resmi atas dugaan pelanggaran aturan, pengiriman teguran tertulis terkait kewajiban menjaga etika sebagai figur publik sepak bola, atau penghentian perkara tanpa sanksi apabila dinilai tidak memenuhi unsur yang dipersyaratkan.
Ucapan Ratcliffe yang menyebut Inggris telah "dikolonisasi oleh imigran" disampaikan dalam wawancara media.Hal ini memicu kritik dari pejabat pemerintah serta berbagai kelompok masyarakat, terlebih karena data populasi yang ia rujuk kemudian dipersoalkan akurasinya.
Di tengah gelombang reaksi tersebut, Manchester United merilis pernyataan resmi yang menekankan komitmen terhadap nilai inklusivitas dan keterbukaan. Sebuah sikap institusional yang menurut sumber internal disepakati pada tingkat pengambilan keputusan tertinggi klub.
Beberapa saat sebelum respons klub dipublikasikan, Ratcliffe telah menyampaikan klarifikasi atas ucapannya melalui wawancara dengan Sky News. Ia mengakui adanya pihak yang merasa tersinggung.
"Saya menyesal bahwa pilihan bahasa saya telah menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran, tetapi penting untuk mengangkat isu imigrasi yang terkendali dan dikelola dengan baik yang mendukung pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
Struktur kepemilikan Manchester United turut menjadi perhatian karena keluarga Glazer masih memegang sekitar 70 persen saham. Menurut sumber yang mengetahui posisi mereka, komentar awal Ratcliffe dipandang sebagai langkah yang berisiko terhadap citra kepemilikan yang selama ini menekankan keberagaman.
Keluarga tersebut belum memberikan pernyataan publik. Namun mereka selama ini mendukung program inklusi seperti All Red All Equal yang diposisikan sebagai bagian dari identitas merek global klub di pasar internasional.
Kekhawatiran juga diarahkan pada aspek komersial mengingat kerja sama dengan Marriott International telah berakhir tanpa perpanjangan. Nilai kontrak dengan Adidas berkurang sebesar 10 juta poundsterling (Rp229 miliar) akibat kegagalan tampil di Liga Champions dua musim beruntun, serta belum adanya mitra kostum latihan dan sponsor lengan seragam untuk periode berikutnya.
"Perusahaan multinasional besar ingin diasosiasikan dengan anak muda, hal-hal positif, dan pemikiran maju. United saat ini sedang kesulitan mendapatkan sponsor, dan ini memperburuk keadaan," bebernya.
Di saat yang sama, Setan Merah tengah mendorong realisasi stadion baru berkapasitas 100 ribu kursi dalam proyek regenerasi Trafford. Proyek ini sebelumnya memperoleh dukungan sejumlah pejabat termasuk Perdana Menteri Keir Starmer dan Kanselir Rachel Reeves sebelum keduanya ikut menyampaikan kritik terhadap pernyataan Ratcliffe.
"Kerusakan nyata bisa saja telah terjadi. Debu masih mengendap dan tidak ada yang tidak dapat diatasi, tetapi citra dewan kota, wali kota, dan pemerintah yang tampak mendukung rencananya kini menjadi lebih sulit," ucapnya.
Respons dari kelompok suporter juga mengemuka ketika Manchester United Supporters Trust menegaskan bahwa pernyataan pimpinan klub semestinya mempermudah inklusi. Sementara organisasi anti-diskriminasi Kick It Out menyatakan telah menerima sejumlah laporan terkait komentar tersebut, sehingga polemik ini berkembang melampaui ranah internal klub dan memasuki dimensi regulasi, politik, serta reputasi jangka panjang.