lifestyleCoffee

Kopi Ulee Kareng, Kopi Legendaris khas Aceh yang Wajib Dicoba

Penulis Firda Ayu
Mar 30, 2026
Ilustrasi Kopi Ulee Kareng (Foto: freepik.com/azerbaijan_stockers)
Ilustrasi Kopi Ulee Kareng (Foto: freepik.com/azerbaijan_stockers)

ThePhrase.id – Aceh menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki warisan kopi legendaris. Salah satunya adalah Kopi Ulee Kareng, kopi khas yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.

Nama Ulee Kareng sendiri berasal dari sebuah kecamatan di Banda Aceh yang sejak dulu dikenal sebagai pusat pengolahan kopi tradisional. Kawasan ini memiliki sejarah panjang dalam budaya minum kopi, bahkan menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan kopi Aceh. Menariknya, istilah Ulee Kareng berasal dari kata “Ulee Kareung” yang berarti bukit karang, merujuk pada kondisi geografis wilayah tersebut.

Kopi satu ini mulai dikenalkan pada tahun 1960 dan hingga kini masih banyak pelaku usaha kopi di Aceh yang tetap mempertahankan metode pengolahan tradisional untuk menjaga cita rasa khasnya. 

Biji kopi yang digunakan umumnya berasal dari dataran tinggi seperti Tangse, Lamno, dan wilayah pedalaman Aceh. Jenis kopi yang digunakan didominasi oleh robusta yang dikenal memiliki karakter rasa kuat dan pahit khas. Proses pengolahannya pun masih dilakukan secara tradisional, mulai dari penjemuran di bawah sinar matahari hingga distribusi ke kedai kopi yang sering kali masih menggunakan cara sederhana.

Salah satu hal yang membuat kopi Ulee Kareng begitu istimewa adalah cita rasanya. Meski disajikan dengan tekstur yang cenderung lebih encer dibanding kopi dari daerah lain, kopi ini justru memiliki warna hitam pekat dengan aroma yang kuat. Rasanya seimbang antara pahit yang tegas dan sensasi lembut yang memberikan efek rileks bagi penikmatnya.

Keunikan rasa ini sempat memunculkan berbagai rumor, termasuk anggapan bahwa kopi ini dicampur bahan tertentu. Namun, AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia) menjelaskan bahwa kenikmatan kopi Ulee Kareng sepenuhnya berasal dari kualitas biji kopi, proses pengolahan yang teliti, serta teknik penyeduhan yang khas.

Kualitas biji kopi yang digunakan juga sangat dijaga dengan seleksi ketat agar biji kopi cacat tidak tercampur dengan yang berkualitas baik.

Kopi Ulee Kareng juga melewati proses pengolahan cukup panjang, mulai dari pemanggangan yang bisa memakan waktu hingga empat jam. Pada tahap tertentu, biji kopi tersebut dicampur dengan gula dan mentega untuk memperkaya rasa, sebelum akhirnya digiling dan disaring. Teknik ini menghasilkan aroma yang kuat serta mengurangi rasa asam pada kopi.

Dalam penyajiannya, kopi Ulee Kareng memiliki dua cara yang umum digunakan, yaitu disaring hingga bersih dari ampas, atau disajikan bersama ampas kopi yang dikenal sebagai kopi tubruk. Kedua cara ini memberikan pengalaman minum kopi yang berbeda, tergantung selera penikmatnya.

Popularitas kopi Ulee Kareng tidak hanya terbatas di Aceh. Pada tahun 2016, kopi ini bahkan diperkenalkan ke kancah internasional melalui acara Wonderful Indonesia: Showcasing Aceh’s Traditional Heritage di Stockholm, Swedia. Sejak saat itu, kopi Ulee Kareng semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya kopi Indonesia.

Kini, kamu tidak perlu jauh-jauh ke Aceh untuk mencicipinya. Banyak warung kopi Aceh di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Medan dan Jakarta, yang menyajikan kopi Ulee Kareng tanpa meninggalkan cita rasa autentiknya. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic