
ThePhrase.id - Korban tewas insiden kecelakaan kereta api di Bekasi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line bertambah jadi 14 orang meninggal dunia. Sebelumnya korban tewas dilaporkan sebanyak 7 orang dan korban luka teridentifikasi sebanyak 53 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi, Selasa (28/4) mengatakan, berdasarkan data terbaru pada pukul 08.45 WIB, korban meninggal dunia sebanyak 14 orang, seluruhnya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," ujar Bobby Rasyidin.
Ia menambahkan, KAI memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut mendapatkan penanganan maksimal.
Saat ini, korban luka mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit yakni RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga.
"KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan," imbuh Bobby.
KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kecelakaan telah diamankan. Saat ini barang-barang tersebut berada di layanan lost and found. KAI terus melakukan pendataan dan pengelolaan barang dengan terkoordinasi bersama Kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut. (Rangga)