sportPiala Dunia 2026

Krisis di Balik Gemerlap Piala Dunia 2026, Ancaman Mogok 2.000 Pekerja Hantui Venue Los Angeles

Penulis Ahmad Haidir
Apr 08, 2026
Ketegangan menjelang Piala Dunia 2026 kian meningkat. Foto Instagram Piala Dunia Los Angeles.
Ketegangan menjelang Piala Dunia 2026 kian meningkat. Foto Instagram Piala Dunia Los Angeles.

Thephrase.id - Ketegangan menjelang Piala Dunia 2026 kian meningkat setelah serikat pekerja yang mewakili sekitar 2.000 karyawan katering di SoFi Stadium, Amerika Serikat, mengancam akan melakukan aksi mogok yang berpotensi mengganggu persiapan turnamen di Los Angeles.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, serikat "Unite Here Local 11" mendesak FIFA untuk mengecualikan US Immigration and Customs Enforcement dari peran apa pun dalam penyelenggaraan pertandingan di Los Angeles, dengan peringatan bahwa pengabaian tuntutan tersebut dapat mendorong eskalasi aksi pekerja.

Serikat yang mewakili koki dan staf bar di stadion tersebut menjelaskan bahwa para anggotanya masih bekerja tanpa kontrak resmi meski turnamen sudah di depan mata, situasi yang memicu kekhawatiran luas terkait hak-hak tenaga kerja dan kondisi kerja selama ajang global berlangsung.

Dalam tuntutannya kepada FIFA dan pemilik stadion, Kroenke Sports & Entertainment, serikat pekerja mengajukan tiga poin utama. Tuntutan ini mencakup jaminan resmi bahwa lembaga imigrasi atau penjaga perbatasan tidak akan terlibat dalam event turnamen, perlindungan pekerjaan bagi para anggotanya, serta peningkatan kondisi kerja dan dukungan terhadap program penyediaan hunian terjangkau bagi pekerja sektor perhotelan.

Langkah ini muncul setelah pernyataan pejabat sementara direktur ICE, Todd Lyons, yang menegaskan bahwa lembaganya akan memainkan "peran kunci" selama Piala Dunia, yang oleh serikat dipandang sebagai ancaman langsung terhadap keamanan pekerja dan penonton di Los Angeles.

Di sisi lain, FIFA belum mengeluarkan komentar resmi terkait situasi tersebut, sementara pihak pengelola SoFi Stadium juga memilih bungkam dan tidak memberikan pernyataan apa pun mengenai krisis yang terus berkembang.

Selain isu tenaga kerja, serikat juga meminta jaminan bahwa teknologi kecerdasan buatan tidak akan digunakan jika berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan atau penghapusan sejumlah posisi kerja selama turnamen berlangsung.

Krisis di Balik Gemerlap Piala Dunia 2026  Ancaman Mogok 2 000 Pekerja Hantui Venue Los Angeles
Los Angeles dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium. Foto Instagram Piala Dunia Los Angeles.

Tuntutan yang diajukan tidak hanya menyentuh ranah profesional semata, tetapi juga dikaitkan dengan persoalan sosial yang lebih luas, terutama lonjakan biaya hunian di wilayah Los Angeles, khususnya di Inglewood, yang mendorong serikat meminta dukungan terhadap dana perumahan pekerja, pembatasan sewa jangka pendek, serta kebijakan pajak untuk membiayai hunian terjangkau dan melindungi keluarga migran.

Kurt Petersen, salah satu presiden serikat, menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa FIFA dan para sponsor akan meraup miliaran dolar dari penyelenggaraan ajang tersebut, sementara peran vital koki, pekerja, dan staf stan yang menjadi tulang punggung kesuksesan turnamen justru diabaikan.

Serikat juga menyatakan telah berulang kali berupaya mengadakan pertemuan dengan FIFA sejak Los Angeles ditetapkan sebagai tuan rumah, namun seluruh upaya tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang mereka harapkan.

Los Angeles dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia di SoFi Stadium, termasuk laga pembuka Timnas Amerika Serikat melawan Timnas Paraguay pada 12 Juni 2026, dalam suasana tegang yang berpotensi membayangi jalannya turnamen. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic