
ThePhrase.id - Manchester United memutuskan untuk tetap mempertahankan Michael Carrick sebagai pelatih di tengah tekanan besar yang muncul setelah serangkaian hasil mengecewakan, termasuk kekalahan telak dari Bournemouth di Old Trafford pada pekan lalu.
Keputusan tersebut mengakhiri ketidakpastian selama hampir dua hari yang sempat memunculkan dugaan bahwa mantan gelandang Manchester United itu akan kehilangan pekerjaannya setelah timnya kembali tampil di bawah ekspektasi.
Carrick dipastikan tetap memimpin tim saat Manchester United bertandang ke markas Chelsea pada Sabtu, sebelum menghadapi AS Roma di Liga Champions dan Aston Villa di Premier League dalam jadwal padat menjelang jeda internasional selama dua pekan.
Kepastian itu datang setelah jajaran petinggi klub menghabiskan waktu untuk mengevaluasi situasi tim, menyusul kekalahan 1-4 dari Como pada 21 Oktober 2026 yang menjadi salah satu hasil terburuk Manchester United dalam kompetisi Eropa.
Tekanan terhadap Carrick semakin meningkat setelah kapten Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan pendekatan taktik tim pelatih, sementara bek Lisandro Martinez sebelumnya menyuarakan kekecewaannya terhadap investasi klub dalam memperkuat skuad dan kinerja direktur sepak bola Jason Wilcox.
Manchester United sempat memilih memberikan kesempatan kepada Carrick untuk memperbaiki keadaan ketika menghadapi Bournemouth, tetapi keputusan tersebut belum membuahkan hasil karena mereka kembali menelan kekalahan di kandang dengan skor 0-3.

Fernandes tidak dimainkan sejak awal dalam pertandingan tersebut dan berada di bangku cadangan, sebelum menyukai unggahan Instagram yang memuat kalimat, "Jangan pernah mendorong seseorang yang setia sampai mereka tidak lagi peduli."
Melansir BBC, ketidakpastian mengenai masa depan Carrick berlanjut hingga awal pekan ini. CEO Omar Berrada dan Wilcox berada di pusat latihan Carrington untuk membahas langkah yang perlu diambil klub, dengan pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer diyakini turut terlibat dalam pembicaraan tersebut.
Di tengah situasi itu, sejumlah petinggi Manchester United menilai para pemain juga harus bertanggung jawab atas performa buruk tim karena mereka dianggap memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan tiket Liga Champions.
Keputusan mempertahankan Carrick dinilai tetap mengandung risiko karena dua penampilan terakhir Manchester United dianggap tidak dapat diterima, sementara kedisiplinan tim disebut telah mengalami masalah serius.
Manchester United juga dikabarkan telah mempertimbangkan sejumlah nama untuk menggantikan Carrick, termasuk Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Antonio Conte, Kieran McKenna, dan Unai Emery, meskipun peluang merekrut beberapa kandidat tersebut masih menghadapi kendala tersendiri.
Selain posisi pelatih, masa depan Wilcox dan Berrada juga mulai menjadi perhatian karena perubahan kepemimpinan untuk ketiga kalinya dalam tiga musim berpotensi mendorong evaluasi yang lebih luas terhadap jajaran petinggi klub. Carrick dijadwalkan berbicara kepada media pada Kamis, 29 Oktober 2026 menjelang lawatan ke Stamford Bridge. (Rangga)