
ThePhrase.id - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn.) Trenggono di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (10/6).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah evaluasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dudung mengungkapkan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah peninjauan kembali sasaran penerima manfaat program.
Menurutnya, terdapat keinginan untuk melakukan penyesuaian agar bantuan lebih terfokus kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
"Saya pernah cek, ditemukan beberapa kasus di Jakarta di mana makanan yang dibagikan di sekolah kalangan ekonomi menengah tidak dimakan. Nanti, akan dicek kembali, sehingga (MBG) betul-betul efektif," ujar Dudung dalam keterangan persnya, dikutip Antaranews.
Untuk mendukung langkah tersebut, BGN berencana melakukan verifikasi dan validasi data penerima manfaat guna memastikan penggunaan anggaran negara berlangsung efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, evaluasi juga mencakup kualitas operasional dapur MBG yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dudung menjelaskan bahwa BGN akan melakukan penataan terhadap SPPG yang telah beroperasi agar kinerjanya lebih efisien dan sesuai standar.
Penataan tersebut meliputi pemeriksaan kepatuhan terhadap standar operasional, serta pengecekan jumlah penerima manfaat yang benar-benar dilayani oleh setiap SPPG.
Langkah ini dilakukan setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian antara proyeksi penerima manfaat dalam kontrak kerja sama dan realisasi di lapangan.
"Maksudnya, ada SPPG tertentu yang dalam kontrak kerja samanya diproyeksikan melayani, misalnya 3.000 penerima manfaat, dengan hitung-hitungan insentif tertentu," jelas Dudung.
Ke depan, KSP juga akan membantu BGN melakukan inspeksi langsung ke berbagai daerah untuk memastikan kesiapan dan kualitas operasional dapur MBG.
"Kualitas SPPG yang sudah operasional ini sangat krusial. Ke depan, pengecekan langsung akan dilakukan di beberapa daerah. Kami dari KSP akan ikut membantu mengecek daerah-daerah mana saja yang sudah siap dan operasional, terutama terkait kesesuaian jumlah penerima manfaat," tandasnya. (Rangga)