
ThePhrase.id - Memasuki bulan Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Selama berpuasa, asupan cairan ke dalam tubuh berkurang karena terbatasnya waktu makan dan minum. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi ringan, sehingga kulit kering menjadi salah satu masalah yang kerap muncul selama bulan puasa.
Lalu, bagaimana cara mengatasi kulit kering dan kusam agar tetap lembap sepanjang Ramadan?
Kulit kering saat berpuasa merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya asupan cairan yang berdampak langsung pada kelembapan kulit.
Ada pun beberapa faktor lain yang turut memicu dehidrasi selama Ramadan, seperti:
Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mencegah kulit kering yang dapat mengganggu penampilan maupun rasa percaya diri, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan selama bulan puasa:
Menurut Journal of the American Academy of Dermatology, penggunaan pelembap secara rutin sangat dianjurkan untuk menjaga lapisan pelindung kulit tetap optimal. Pilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit dan gunakan setelah mandi atau mencuci wajah agar kelembapan kulit terkunci dengan baik. Untuk hasil maksimal, gunakan pelembap pada pagi dan malam hari agar kulit tetap terasa halus dan tidak kering sepanjang hari.
Menggunakan pelembap merupakan salah satu langkah penting yang perlu dimasukkan dalam rutinitas perawatan kulit harian, tidak hanya saat bulan puasa, tetapi juga setiap hari agar kulit tetap sehat, lembap, dan terlindungi.
Selama Ramadan, penting untuk melindungi kulit dari paparan debu, polusi, dan bahan kimia keras yang dapat memperparah kondisi kulit kering. Gunakan sabun dengan formula lembut dan hindari produk perawatan yang mengandung alkohol berlebihan. Jika sering beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti sunscreen dan pakaian yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.
Makanan berminyak dan tinggi garam dapat memicu rasa haus berlebihan serta memperparah dehidrasi saat berpuasa. Konsumsi gorengan, makanan cepat saji, dan camilan asin sebaiknya dibatasi karena dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Sebagai gantinya, pilih makanan yang seimbang dengan kandungan serat, protein, serta lemak sehat agar tubuh tetap bertenaga dan kulit terjaga kelembapannya.
Memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi merupakan langkah utama selama berpuasa. Meski waktu minum terbatas, kebutuhan cairan harian tetap bisa dipenuhi dengan metode 2-4-2, yaitu dua gelas air saat berbuka, empat gelas air di malam hari hingga sebelum tidur, dan dua gelas air saat sahur.
Selain air putih, asupan cairan juga dapat diperoleh dari buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti melon dan semangka, baik saat sahur maupun saat berbuka. Untuk mendukung kesehatan kulit, konsumsi makanan yang kaya vitamin E seperti sayuran hijau, alpukat, dan kacang-kacangan juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam.
Kualitas tidur yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Meski jadwal tidur berubah selama Ramadan, usahakan tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar proses regenerasi kulit tetap berjalan optimal. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi risiko kulit tampak kusam serta lelah selama berpuasa. [Syifaa]