
Thephrase.id - Harapan Timnas Iran untuk bermain di Piala Dunia 2026 mulai menemukan titik terang setelah delegasi FIFA dan Federasi Sepak Bola Iran menggelar pertemuan resmi di Istanbul, Turki, pada Sabtu, 16 Mei 2026, di tengah situasi politik dan keamanan yang masih belum sepenuhnya stabil.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, bersama jajaran Federasi Sepak Bola Iran atau FFIRI yang dalam beberapa bulan terakhir terus menghadapi ketidakpastian terkait peluang berpartisipasi di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.
Situasi menjadi rumit karena Amerika Serikat, yang akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, sebelumnya terlibat konflik bersenjata dengan Iran dan Israel sejak akhir Februari lalu sebelum akhirnya memasuki periode gencatan senjata yang masih berlangsung tidak stabil.
Timnas Iran dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat sehingga persoalan keamanan, izin masuk, hingga jaminan operasional menjadi perhatian utama Federasi Sepak Bola Iran dalam pembicaraan dengan FIFA.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, sebelumnya mengungkapkan bahwa Timnas Iran memiliki sepuluh syarat untuk menghadiri Piala Dunia 2026, termasuk soal izin masuk bagi pemain dan staf yang pernah bertugas di Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC ke wilayah Amerika Serikat.
Selain itu, Timnas Iran juga meminta jaminan terkait penggunaan bendera nasional dan lagu kebangsaan mereka selama turnamen berlangsung, termasuk peningkatan pengamanan bagi Team Melli sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia 2026.
Setelah pertemuan di Istanbul selesai digelar, Mehdi Taj menyebut pembicaraan dengan FIFA berjalan positif dan membuka peluang besar bagi Iran untuk tetap tampil di Piala Dunia mendatang.
"Kami mengadakan pertemuan yang positif dan konstruktif dengan FIFA, kami membahas kekhawatiran yang kami miliki dan menyampaikan komitmen bersama untuk memastikan partisipasi Team Melli berjalan lancar di Piala Dunia FIFA," tegas Mehdi Taj.
Sebelumnya, Mehdi Taj sempat mendapat penolakan masuk ke Kanada saat menghadiri Kongres FIFA bulan lalu karena riwayat keterlibatannya dengan IRGC yang oleh Amerika Serikat dan Kanada dikategorikan sebagai organisasi teroris.
Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan besar mengenai kemungkinan Iran menghadapi hambatan administratif maupun politik menjelang Piala Dunia 2026 yang sebagian besar pertandingan fase grup mereka akan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Mattias Grafstrom kemudian menegaskan bahwa FIFA dan Federasi Sepak Bola Iran kini terus bekerja bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat diselesaikan menjelang dimulainya turnamen.
"Kami menjalani pertemuan yang sangat baik dan konstruktif bersama Federasi Sepak Bola Iran, saya pikir kami bekerja sangat dekat bersama mereka dan sangat menantikan kehadiran Iran di Piala Dunia FIFA 2026," beber Grafstrom.
"Kami memiliki kesempatan untuk membahas sejumlah persoalan operasional seperti yang juga kami lakukan dengan seluruh asosiasi anggota FIFA lainnya, tetapi saya sangat senang karena kami dapat menjalani diskusi positif ini dan baik Federasi Sepak Bola Iran maupun FIFA sama-sama puas dengan hasil pertemuan tersebut serta menantikan kehadiran Team Melli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko," tandasnya.