sportLiga Inggris

Kutukan Invincibles Segera Berakhir, Tak Ada Alasan lagi bagi Arsenal untuk Gagal Juara Premier League

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jan 19, 2026
Arsenal menantikan juara Premier League lagi sejak terakhir kali pada 2004. (Foto: X Arsenal)
Arsenal menantikan juara Premier League lagi sejak terakhir kali pada 2004. (Foto: X Arsenal)

ThePhrase.id - Arsenal kini berada dalam posisi yang sangat krusial untuk mengakhiri dahaga gelar Premier League yang telah berlangsung sejak era legendaris 'The Invincibles' pada 2004 setelah melewati akhir pekan yang penuh dinamika.

Keunggulan tujuh poin yang saat ini dikantongi oleh skuad asuhan Mikel Arteta menjadi modal yang sangat berharga di tengah performa para pesaing terdekat yang justru tersungkur secara mengejutkan dalam perburuan takhta musim ini.

Meskipun Arteta terus mengimbau anak asuhnya untuk tetap waspada, akan tetapi kegagalan mengamankan gelar juara di tengah meredupnya dominasi Manchester City dan Liverpool akan menjadi penyesalan yang tak termaafkan bagi publik Emirates.

BBC mengulas, situasi kompetisi musim ini nampak menjadi momentum 'sekarang atau tidak sama sekali' bagi tim London Utara tersebut mengingat seluruh faktor pendukung kemenangan telah berada di pihak mereka secara matematis.

Walaupun sempat muncul keraguan terkait daya gedor lini depan akibat hasil imbang tanpa gol secara beruntun, pertahanan Arsenal yang tercatat paling kokoh di Premier League menjadi fondasi kuat yang sulit untuk ditembus lawan.

Ketidakkonsistenan para pesaing di papan bawah klasemen semakin mempertegas posisi Arsenal, di mana belum ada tim yang mampu menunjukkan stabilitas performa untuk memberikan tekanan nyata kepada The Gunners.

Manchester City yang sebelumnya dianggap sebagai ancaman terbesar justru gagal memberikan tekanan setelah menelan kekalahan dalam laga derbi kontra Manchester United yang menandai empat laga tanpa kemenangan bagi The Citizens.

Kekecewaan juga menyelimuti Villa Park saat Aston Villa gagal menyalip posisi tim asuhan Pep Guardiola setelah ditundukkan oleh Everton melalui aksi gemilang Thierno Barry yang memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah.

Kondisi sang juara bertahan Liverpool pun terlihat semakin memprihatinkan setelah mereka hanya mampu bermain imbang melawan Burnley di Anfield, hasil yang membuat mereka tertinggal jauh dengan selisih 14 poin dari Arsenal.

Mengenai situasi timnya saat ini, Unai Emery selaku manajer Aston Villa menyampaikan pandangannya terhadap peluang tim-tim di Premier League.

"Ada tim lain dengan potensi lebih besar dari kami. Kami kehilangan peluang yang sangat bagus di sini, tapi kami menjalani musim yang luar biasa. Kami kehilangan kesempatan untuk menjadi yang kedua di liga, sesuatu yang sangat luar biasa, tapi sekarang kami harus pulih. Saat kalah kamu sedih. Saat menang kamu bahagia. Kami lebih sering bahagia daripada sedih musim ini," tegasnya.

Kegagalan mencetak gol dalam tujuh pertandingan Premier League musim ini memicu rumor bahwa Emery tengah mengincar Tammy Abraham sebagai solusi lini depan setelah kepergian Donyell Malen ke AS Roma.

Meski sempat merasa frustrasi usai ditahan imbang oleh Nottingham Forest, Arsenal justru mengakhiri pekan ini dengan posisi yang semakin solid karena para rival gagal memanfaatkan momentum untuk mengejar ketertinggalan.

Pengalaman menjadi runner-up dalam tiga musim terakhir seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi Arsenal untuk tidak lagi menjadi sekadar tim penghibur dalam perebutan mahkota juara sepak bola Inggris.

Dengan skuad yang mumpuni serta lini pertahanan yang sulit ditembus, takdir untuk menjadi penguasa baru Premier League kini sepenuhnya berada dalam genggaman kendali Mikel Arteta dan pasukannya. (Rangga)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic