
Thephrase.id - Penjaga gawang FC Nantes, Anthony Lopes, baru saja menjadi buah bibir di kancah sepak bola internasional setelah melakukan tindakan heroik yang penuh rasa solidaritas dalam laga pekan ke-23 Ligue 1 melawan Le Havre AC.
Kiper veteran berusia 35 tahun asal Portugal tersebut mendadak menjatuhkan diri ke lapangan pada menit ke-74 di Stade de la Beaujoire dengan klaim mengalami rasa tidak nyaman pada otot hamstring kirinya.
Kejadian yang tampak seperti cedera serius tersebut memaksa tim medis segera masuk ke dalam lapangan, yang secara otomatis membuat wasit menghentikan jalannya pertandingan untuk sementara waktu.
Di tengah jeda medis yang diciptakan secara sengaja tersebut, sejumlah pemain Muslim di kubu Nantes terlihat bergegas menuju pinggir lapangan untuk mengonsumsi air mineral dan buah kurma tepat saat matahari terbenam.
Aksi yang dilakukan Lopes ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengakali regulasi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) yang hingga kini masih melarang keras penghentian pertandingan secara resmi untuk alasan keagamaan.
Kebijakan kaku di Liga Prancis tersebut sangat kontras dengan aturan di Liga Inggris yang sudah lebih inklusif dengan memperbolehkan wasit memberikan jeda singkat bagi pemain untuk berbuka puasa saat Ramadan.
Segera setelah rekan-rekannya menyelesaikan momen berbuka puasa di pinggir lapangan, Lopes secara ajaib bangkit kembali dan melanjutkan pertandingan tanpa menunjukkan tanda-tanda cedera yang berarti.

Tindakan spontan namun sarat makna ini langsung mendapatkan apresiasi luas dari komunitas Muslim dan penggemar sepak bola dunia yang memuji tingkat kepedulian serta kerukunan di dalam ruang ganti Nantes.
Momen haru tersebut berakhir dengan kemenangan krusial 2-0 bagi Nantes, sebuah hasil yang sangat penting untuk mendongkrak posisi mereka ke angka 17 poin di klasemen sementara Ligue 1.
Meskipun striker asal Mesir, Mostafa Mohamed, hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga, semangat kebersamaan tim tetap terlihat nyata melalui gestur yang diberikan oleh sang penjaga gawang.
Kejadian ini kembali memicu diskusi hangat mengenai kebijakan akomodasi keagamaan dalam sepak bola modern, terutama terkait kesejahteraan pemain yang tetap berkompetisi di level tertinggi sambil menjalankan ibadah puasa.
Hingga saat ini, media sosial masih terus diramaikan dengan pesan-pesan pujian bagi Anthony Lopes yang dianggap telah menunjukkan wajah sepak bola yang lebih manusiawi dan suportif di tengah ketatnya persaingan Ligue 1.