sport

Langit Nagoya Membentuk Hati, Asian Games 2026 Resmi Dimulai di Jepang

Penulis Ahmad Haidir
Sep 20, 2026
Upacara pembukaan Asian Games 2026 digelar pada Sabtu, 19 September 2026. Foto NOC Indonesia.
Upacara pembukaan Asian Games 2026 digelar pada Sabtu, 19 September 2026. Foto NOC Indonesia.

Thephrase.id - Asian Games ke-20 resmi dimulai di Nagoya, ibu kota Prefektur Aichi, Jepang, pada Sabtu, 19 September 2026, dengan upacara pembukaan yang mengangkat semangat persatuan Asia sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi dan sejarah lokal kepada para peserta.

Upacara pembukaan berlangsung di Paloma Mizuho Stadium yang memiliki kapasitas sekitar 30.000 penonton, menandai kembalinya ajang olahraga terbesar di Asia ke Jepang setelah 32 tahun.

Sementara sejumlah cabang olahraga seperti bola voli, bola basket, dan sepak bola telah lebih dahulu mempertandingkan laga sebelum seremoni pembukaan digelar.

Asian Games Aichi-Nagoya akan berlangsung hingga 4 Oktober 2026, dengan sebagian besar pertandingan digelar di Prefektur Aichi dan sejumlah kompetisi lainnya diselenggarakan di wilayah berbeda, termasuk Tokyo.

Penyelenggaraan Asian Games kali ini sebelumnya sempat diwarnai sejumlah persoalan, terutama keluhan dari beberapa kontingen mengenai kualitas serta ketersediaan akomodasi selama berada di Jepang.

Sedangkan antusiasme publik yang tidak terlalu tinggi juga terlihat dari sejumlah kursi stadion yang masih kosong ketika upacara pembukaan berlangsung.

Sejumlah persoalan lain turut mewarnai persiapan penyelenggaraan, termasuk beberapa kontingen yang harus menunggu selama berjam-jam di bandara ketika tiba di Jepang, sementara Nagoya juga sempat dilanda banjir akibat curah hujan tinggi pada pekan sebelumnya.

Pada Jumat, 18 September 2026, sehari sebelum seremoni pembukaan, insiden lain terjadi ketika lagu kebangsaan Korea Utara secara keliru diputar sebelum pertandingan hoki putra antara Bangladesh dan Korea Selatan.

Meski begitu, Asian Games Aichi-Nagoya diperkirakan akan diikuti lebih dari 17.000 atlet dan ofisial, jumlah yang bahkan melampaui jumlah peserta pada Olimpiade. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu perhelatan olahraga terbesar yang berlangsung di kawasan Asia.

Beberapa jam sebelum seremoni pembukaan dimulai, masyarakat Nagoya terlebih dahulu disuguhi pertunjukan udara dari Blue Impulse, tim aerobatik milik Japan Air Self-Defense Force, yang melintas di langit kota dan membentuk gambar hati berukuran besar sebagai penanda dimulainya Asian Games.

Upacara dibuka dengan penampilan pemain biola asal Jepang, Taro Hakase, yang tampil di atas panggung utama berbentuk hati, sementara 240 penari yang berasal dari masyarakat setempat bergerak mengikuti irama musik sebelum membentuk tulisan "Welcome" di tengah lapangan.

Rangkaian seremoni dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Jepang yang dibawakan penyanyi Keiko Toda dan pengibaran bendera Jepang, sebelum Kaisar Naruhito secara resmi menyatakan Asian Games Aichi-Nagoya dibuka di hadapan sejumlah tokoh penting, termasuk Permaisuri Masako dan Presiden Komite Olimpiade Internasional Kirsty Coventry.

Setelah seremoni pembukaan resmi dimulai, pertunjukan berikutnya menampilkan identitas Aichi-Nagoya melalui tema "heartbeat of tradition" yang antara lain menghadirkan balon berbentuk Kastel Nagoya, pertunjukan tari singa terbang oleh aktor Kabuki, serta penyanyi yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Peran Aichi-Nagoya sebagai salah satu pusat manufaktur Jepang juga mendapat tempat dalam pertunjukan berikutnya melalui penampilan para penari dengan pakaian bisnis dan kendaraan mobilitas futuristis Toyota yang bergerak di atas panggung.

Sebelum Murofushi Shigenobu yang telah lima kali meraih medali emas Asian Games bersama putranya, Koji Murofushi yang merupakan juara Olimpiade 2004, menyalakan kaldron Asian Games.

"Olahraga memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang-orang melampaui bahasa, budaya, dan batas negara," tegas Presiden Asian Games Aichi-Nagoya, Hideaki Ohmura.

"Slogan Asian Games ini membawa harapan bahwa meskipun masih terdapat wilayah di dunia yang dilanda konflik dan perselisihan, melalui Asian Games masyarakat dapat saling memahami dan menghormati, membangun persahabatan, bersatu sebagai satu kesatuan, serta melangkah bersama menuju masa depan," bebernya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic