
ThePhrase.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya, salah satunya di bidang pendidikan.
Prabowo mengungkapkan sepanjang 2026, pihaknya sudah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah di seluruh Indonesia dan menargetkan sebanyak 100.000 sekolah pada 2027 mendatang.
"Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028, 100.000. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi," kata Prabowo.
Selain memperbaiki sekolah, Prabowo juga membagikan fasilitas berupa layar pintar interaktif (interactive flat panel) di seluruh sekolah di Indonesia.
Menurutnya, fasilitas tersebut sudah mulai diberikan sejak tahun lalu dengan satu unit setiap sekolah. Namun pada awal tahun ini, pihaknya mulai membagikan tiga layar untuk setiap sekolah.
"Artinya setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif," ujarnya.
Prabowo menyampaikan bahwa fasilitas tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi para siswa maupun guru dalam mengakses semua kurikulum pendidikan yang sudah disediakan.
Keberhasilan lainnya yang disampaikan Prabowo adalah pembangunan Sekolah Rakyat, sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Menurut Prabowo pembangunan sekolah ini sebagai langkah memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.
Prabowo menyebut sudah ada 93 Sekolah Rakyat permanen dan 182 Sekolah Rakyat Rintisan yang sudah dibuka hingga tahun ini. Ketua Partai Gerindra itu menginginkan agar setiap kabupaten memiliki satu Sekolah Rakyat.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah siswa di Sekolah Rakyat yang mendulang prestasi di tingkat lokal hingga nasional.
"Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberikan kesempatan, diberikan fasilitas, diberikan bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi," tuturnya.
Tidak hanya kalangan tidak mampu, Prabowo juga membangun sekolah yang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa, yakni Sekolah Garuda.
Menurutnya, sudah ada empat sekolah yang sudah dibangun, yakni SMA Garuda di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah.
Selain itu, ada sebanyak 42 SMA Unggul Garuda Transformasi yang tersebar di 15 provinsi.
"Apa yang membedakan? Karena SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Dan kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia," tandasnya. (M Hafid)