lifestyleHealth

Laporan Strava: Komunitas Lari hingga Pilates Cara Baru Sosialisasi Gen Z

Penulis Ashila Syifaa
Jul 26, 2026
Ilustrasi pilates. (Foto: magnific)
Ilustrasi pilates. (Foto: magnific)

ThePhrase.id - Menghabiskan waktu bersama teman kini tak lagi identik dengan nongkrong di kafe. Bagi banyak Gen Z, berkumpul sambil berolahraga, seperti mengikuti komunitas lari, bersepeda, atau kelas pilates, justru menjadi cara baru untuk bersosialisasi.

Perubahan pola bersosialisasi ini terlihat dalam laporan Strava bertajuk Year in Sport: Trend Report 2025. Aplikasi kebugaran tersebut menemukan bahwa generasi muda mulai meninggalkan kebiasaan pasif, seperti scrolling media sosial, dan beralih ke aktivitas fisik yang memberikan pengalaman nyata sekaligus membuka peluang untuk membangun koneksi dengan orang lain.

Laporan yang disusun berdasarkan miliaran aktivitas pengguna Strava dan survei terhadap lebih dari 30.000 responden itu menunjukkan bahwa olahraga kini bukan lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kesehatan. Bagi Gen Z, olahraga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus ruang sosial baru.

Fenomena tersebut masih terus terlihat hingga memasuki pertengahan 2026. Semakin banyak anak muda yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Gym pun kini tak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan bersosialisasi bersama teman.

Berdasarkan pantauan di media sosial, muncul tren baru di kalangan Gen Z yang menggabungkan olahraga dengan aktivitas nongkrong. Mereka memilih bertemu untuk melakukan aktivitas fisik bersama terlebih dahulu, kemudian mengakhiri sesi tersebut dengan menikmati kopi atau makan bersama di kafe.

Dalam laporan The Guardian, sejumlah responden Gen Z mengaku lebih memilih menghabiskan waktu luang di pusat kebugaran daripada pergi ke pub. Selain dinilai lebih menyehatkan, gym juga dianggap sebagai tempat yang lebih nyaman untuk membangun relasi tanpa tekanan untuk mengonsumsi alkohol.

Bagi banyak Gen Z, biaya berlangganan gym pun dipandang sebagai bentuk investasi. Survei Strava menemukan bahwa meski 65 persen Gen Z mengaku terdampak inflasi, sebanyak 30 persen tetap berencana meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan kebugaran pada 2026.

Tren ini juga memengaruhi cara Gen Z menikmati liburan, di mana aktivitas fisik dianggap sebagai bagian penting dan wajib dilakukan meski sedang berlibur. Aktivitas seperti lari pagi, hiking, hingga bersepeda kini menjadi agenda yang tak terpisahkan saat berwisata.

Sementara tren hidup aktif di Indonesia juga semakin berkembang. Data dari Strava menunjukkan Sulawesi Utara menjadi wilayah paling aktif dengan median 5.392 langkah per hari, disusul Banten dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, Yogyakarta tercatat sebagai kota dengan pengguna yang paling banyak berolahraga pada pagi hari, dengan lebih dari separuh aktivitas dilakukan antara pukul 04.00 hingga 07.00.

Tren ini menunjukkan bahwa makna "nongkrong" di kalangan Gen Z mulai bergeser. Jika sebelumnya identik dengan duduk berjam-jam di kafe, kini kebersamaan lebih banyak dibangun melalui aktivitas yang membuat tubuh tetap bergerak. Komunitas lari, kelas kebugaran, hingga gym perlahan menjadi "ruang ketiga" baru bagi generasi muda untuk bersosialisasi, menjaga kesehatan fisik, sekaligus memperkuat kesehatan mental. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic