
ThePhrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjelaskan latar belakang keputusannya memanggil kembali bek Ipswich Town di divisi kedua Liga Inggris, Elkan Baggott, untuk FIFA Series 2026.
"Karena dia tingginya tujuh kaki! Tidak, saya bercanda. Saya pikir Elkan... Saya sempat menontonnya bermain sebelumnya untuk Indonesia, saya sangat terkesan," tegas Herdman.
"Dia bermain di Liga Championship, Inggris. Dia berlatih dengan intensitas yang, menurut saya, berada pada level yang sangat tinggi, yang saya harap dia membawa profesionalisme itu ke sini," lanjutnya.
Ia menilai Baggott sebagai bagian penting dari generasi muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia dalam jangka panjang.
"Dia pemain muda, saya pikir dia adalah masa depan Timnas. Dan ya, saya berharap dia memberikan performa besar dalam dua pertandingan ini," ucap Herdman.
Dalam kesempatan yang sama, Herdman turut mengulas kekuatan calon lawan Timnas Indonesia, yakni Timnas Saint Kitts dan Nevis, berdasarkan pengalaman sebelumnya saat menghadapi tim tersebut dalam pertandingan internasional.

"Jadi saya pernah bermain melawan Timnas Saint Kitts dan Nevis pada 2019 di sana. Itu sulit, sangat sulit. Saya menang tipis 1-0," ucap Herdman.
"Tapi mereka tim yang serupa, pemain yang serupa, pelatih berbeda, pelatih baru, jadi kami tidak tahu apa yang harus diharapkan," sambungnya.
Ia menyebut perubahan pada posisi pelatih lawan membuat pendekatan pertandingan menjadi lebih sulit dipetakan meskipun komposisi pemain relatif serupa dengan pertemuan sebelumnya.
"Analisis memberi tahu kami bahwa mereka memiliki profil transisi, kekuatan, kecepatan, dan sangat langsung (direct). Jadi kami harus siap menghadapi serangan balik," kata Herdman.
"Pemain kami akan siap untuk itu. Namun karena ada pelatih baru, kami harus fokus pada diri kami sendiri, identitas Timnas kami, identitas baru. Jadi di sanalah fokus kami, tapi kami akan selalu memikirkan transisi," tandasnya. (Rangga)