
ThePhrase.id - Sebuah ledakan dahsyat terjadi di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Rabu (14/10) sekitar pukul 18.15 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 13 orang menjadi korban, terdiri atas dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq menyampaikan bahwa jumlah korban telah diperbarui berdasarkan pendataan kepolisian.
“Data korban sementara, total korban 13 orang dengan rincian 11 orang luka-luka, dan 2 orang meninggal dunia,” ujar Bambang dalam keterangannya pada Kamis (15/10).
Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Riko dan Achmad Tri Prasetyo. Keduanya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat ledakan.
Seluruh korban langsung dilarikan ke tiga rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan data kepolisian, lima korban dirawat di RSUD Tangerang Selatan, lima korban di RS Sari Asih, dan tiga korban di RS Fatmawati.
Dilansir detiknews, berikut daftar nama korban beserta rumah sakit tempat dirawat:
1. Andri (luka bakar 90%)
2. Andre (luka bakar 90%)
3. Maman (luka ringan)
4. Ade (luka ringan)
5. Riko (meninggal dunia)
1. Anasyah (luka ringan)
2. Sarmin (luka ringan)
3. Wahyu Muhammadinno (luka ringan)
4. Mudiyawati (luka ringan)
5. Durham Efendi (luka ringan)
1. Suryanto (luka berat)
2. Bahtiar (luka berat)
3. Achmad Tri Prasetyo (meninggal dunia)
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro memastikan ledakan bukan disebabkan oleh bom. Namun, pihaknya masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut.
Adapun dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan tabung gas etilen seberat 52 kilogram yang lazim digunakan untuk mempercepat pematangan buah.
“Hasil olah TKP dengan jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ya, ini bukan bom. Ini adalah ledakan, ya, yang saat ini masih didalami,” ujar Susatyo.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun reruntuhan. Penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. (Rangga)