e-biz

Lima Tren Pembayaran dan Travel Indonesia Tahun 2026

Penulis Firda Ayu
Jan 15, 2026
Ilustrasi pembayaran digital (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pembayaran digital (Foto: Istimewa)

ThePhrase.id – Memasuki tahun baru, pemimpin global dalam pembayaran digital, Visa, meluncurkan outlook atau pandangan terkait lima tren utama yang akan menentukan bagaimana orang Indonesia melakukan pembayaran dan bepergian di tahun 2026.

Pandangan ini didasarkan pada Visa’s Green Shoots Radar, sebuah survei daring tahunan yang dilakukan di 14 negara Asia Pasifik. Dari Indonesia, survei ini melibatkan 1.500 responden berusia 18–65 tahun dengan pendapatan rumah tangga minimum Rp3.000.000.

Dengan semakin banyaknya orang Indonesia melakukan perjalanan ke destinasi regional hingga tujuan wisata lain yang lebih jauh lagi, pembayaran digital memainkan peran penting dalam membantu konsumen bertransaksi dengan aman dan nyaman, baik di dalam maupun luar negeri.

Jadi bagaimana tren pembayaran dan travel Indonesia di tahun 2026 menurut Visa? Simak datanya berikut. 

1. Popularitas Dompet digital meroket

Orang Indonesia kini mulai beralih sepenuhnya ke pembayaran digital, hal ini memicu lonjakan popularitas dompet digital yang menjadi metode pembayaran utama di Indonesia. Setiap orang di Indonesia rata-rata  menggunakan tiga aplikasi dompet berbeda. Hal ini menunjukkan pergeseran kuat ke pembayaran digital untuk transaksi sehari-hari, karena konsumen menginginkan pembayaran yang praktis dan tanpa kontak.

2. Social commerce mendominasi

Belanja online sudah menjadi sebuah kebiasaan, dan Indonesia memimpin Asia Tenggara dalam e-commerce berbasis mobile. Sebanyak 86% konsumen menggunakan aplikasi belanja, dan hampir setengahnya bertransaksi langsung melalui platform media sosial.

3. Gen Z memicu era finansial baru

Gen Z, generasi yang kini memimpin populasi di Indonesia memiliki prioritas finansial baru. Lebih dari separuh responden Gen Z berencana memulai bisnis atau usaha sampingan. Lewat bisnis tersebut, mereka mengadopsi pembayaran digital seperti dompet digital dan QR code, serta mengharapkan solusi pembayaran yang diterima secara global saat bepergian.

4. Media sosial mengatur agenda finansial

Melesatnya popularitas internet membuat keputusan finansial semakin dipengaruhi oleh komunitas online dan influencer. Media sosial kini menjadi salah satu sumber untuk mencari saran keuangan, bahkan melampaui konsultan tradisional. Fenomena ini tentu memengaruhi cara orang Indonesia memilih metode pembayaran dan pengalaman perjalanan.

5. Permintaan pengalaman perjalanan premium dan ekspektasi pembayaran meningkat

Wisatawan Indonesia semakin menginginkan satu kartu yang dapat digunakan secara global, sebagai solusi pembayaran yang aman dan praktis, baik di bandara, transportasi umum, restoran, belanja, dan tempat wisata. 

Selain itu, kartu kredit tetap menjadi pilihan utama karena penerimaan luas dan sering digunakan untuk melakukan transaksi besar seperti akomodasi dan tiket pesawat. 

Sementara uang tunai dan kartu debit masih disukai untuk transaksi kecil seperti transportasi lokal, belanja di supermarket, dan hiburan. Permintaan terhadap kartu multi-mata uang (multi-currency card) semakin meningkat, dengan sekitar 30% pelancong Indonesia menggunakannya pada perjalanan luar negeri terakhir mereka. Kartu multi-mata uang menawarkan transaksi yang aman, keuntungan perjalanan, dan biaya pertukaran mata uang yang lebih rendah.

“Orang Indonesia kini bepergian dengan lebih percaya diri, dan mereka mengharapkan tingkat kenyamanan dan keamanan yang sama di luar negeri seperti yang mereka rasakan di dalam negeri. Visa berkomitmen mendukung permintaan yang terus tumbuh ini dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ekosistem pembayaran digital di Indonesia,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.  [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic