
ThePhrase.id – Tak sedikit merek yang sudah hadir di sekitar masyarakat bahkan bertahan melewati generasi ke generasi. Deretan merek lokal ini berhasil bertahan di tengah perubahan zaman dan menjadi merek ternama yang produknya masih akrab di telinga masyarakat.
Apa saja merek lokal tersebut? Cek deretannya berikut melansir berbagai sumber.
Kapal Api berawal pada 1927 ketika Go Soe Loet bersama saudara-saudaranya, Go Bie Tjong dan Go Soe Bie, merintis usaha penggilingan kopi kecil bernama Hap Hoo Tjan di Surabaya. Nama ini juga berarti Kapal Api dalam Bahasa Indonesia, yang terinspirasi dari kapal yang membawa Go Soe Loet dari Tiongkok ke Indonesia, sekaligus berkaitan dengan lokasi awal penjualan kopinya di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Kini, Kapal Api berkembang menjadi salah satu merek kopi ternama Indonesia dengan bisnis yang juga menaungi berbagai merek lain.
Kecap Bango memulai perjalanannya sebagai industri rumahan yang dirintis Tjoa Pit Boen di Benteng, Tangerang, pada 1928 dan awalnya dijajakan melalui toko kecil di garasi rumah. Seiring berkembang, usaha ini berpindah ke Jakarta, dikelola lintas generasi, hingga akhirnya merek dan bisnis Bango diakuisisi Unilever pada 2001.
Berkat perjalanan panjang tersebut, Bango kini menjadi salah satu merek kecap manis paling ternama di Indonesia.
Jamu Jago didirikan pada 1 Juni 1918 oleh Phoa Tjong Kwan atau T.K. Suprana bersama istrinya, Tjia Kiat Nio yang dikenal sebagai Mak Jago, berbekal pengetahuan tentang racikan jamu tradisional. Bermula dari usaha kecil di Wonogiri, perusahaan ini kemudian berkembang selama beberapa generasi dengan memperluas produk serta menerapkan strategi bisnis dan promosi yang lebih modern.
Lebih dari seabad kemudian, Jamu Jago masih menjadi salah satu nama ternama di industri jamu dan herbal Indonesia.

Dji Sam Soe diperkenalkan Liem Seeng Tee di Surabaya pada 1913 melalui Handel Matschappij Liem Seeng Tee NV, yang kemudian menjadi cikal bakal perjalanan PT HM Sampoerna. Penjualannya berkembang pesat hingga pada 1940 produksinya telah mencapai jutaan batang, sementara bisnis keluarga tersebut diteruskan oleh generasi berikutnya dan mengalami berbagai pengembangan produk.
Dengan sejarah lebih dari satu abad, Dji Sam Soe tetap dikenal sebagai salah satu merek kretek paling ternama di Indonesia.

Perjalanan Frisian Flag di Indonesia dimulai pada 1922 ketika produk susu bermerek Friesche Vlag dari Friesland, Belanda, mulai diimpor ke Tanah Air. Kehadirannya kemudian semakin berkembang dengan pembangunan pabrik di Pasar Rebo pada 1968 yang mulai beroperasi pada 1971, sebelum perusahaan berganti nama menjadi PT Frisian Flag Indonesia pada 2002.
Hingga kini, Frisian Flag atau yang juga dikenal sebagai Susu Bendera menjadi salah satu merek produk susu ternama di Indonesia.

Sejarah Bir Bintang berkaitan dengan berdirinya NV Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen pada 1929, yang memiliki fasilitas produksi di Medan dan Surabaya sebelum kantor perusahaan dipindahkan ke Surabaya pada 1936. Setelah sempat mengalami perubahan pengelolaan pada masa kemerdekaan, perusahaan ini kembali beroperasi di Indonesia pada 1967 melalui Multi Bintang Indonesia.
Kini, Bintang menjadi salah satu merek minuman malt dan bir paling ternama serta identik dengan produk Indonesia.

Blue Band telah hadir di Indonesia sejak era Hindia Belanda, dengan catatan keberadaan N.V. van den Berghs Fabrieken yang memproduksi minyak goreng dan mentega di Batavia pada 1936. Meski perkembangannya sempat terganggu perang, potensi pasar Indonesia yang besar membuat produk ini terus berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi.
Sampai sekarang, Blue Band tetap menjadi salah satu merek margarin paling ternama dan lekat dengan dapur keluarga Indonesia.

Di industri otomotif, ada merek ban GT Radial milik PT Gajah Tunggal Tbk., perusahaan yang berdiri pada 1951 yang pada awalnya memproduksi serta mendistribusikan ban dalam dan ban luar sepeda. Seiring perkembangan bisnis, Gajah Tunggal memperluas produksi ke ban sepeda motor dan ban kendaraan. Perjalanan panjang tersebut membuat GT Radial kini menjadi salah satu merek ban ternama Indonesia yang produknya digunakan hingga berbagai negara. [fa]