
Thephrase.id - Lionel Messi baru saja mengambil langkah yang sangat jarang ia lakukan sepanjang kariernya dengan masuk ke dalam pusaran politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kehadiran sosok berjuluk La Pulga di East Room, Gedung Putih, menjadi sorotan tajam karena selama ini ia dikenal sangat hati-hati menghindari momen yang berbau dukungan politik.
Suasana ruangan mendadak sunyi sebelum akhirnya seluruh hadirin berdiri saat protokol mengumumkan kedatangan tamu kehormatan bersama sang tuan rumah.
"Hadirin sekalian, Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, didampingi oleh Jorge Mas, pemilik Inter Miami CF, dan Lionel Messi," bunyi pertemuan itu.
Lagu "Hail to the Chief" menggema saat Trump melangkah masuk dengan Jorge Mas di bahu kanannya, sementara Messi mengekor tepat satu langkah di belakang mereka.
Skuad Inter Miami hadir di sana untuk merayakan keberhasilan mereka merengkuh trofi MLS Cup 2025 yang merupakan gelar juara pertama dalam sejarah klub tersebut.
Meskipun kunjungan ke Gedung Putih kini sering dianggap sebagai panggung politik yang memicu perpecahan, Messi memilih untuk tetap hadir dan berdiri di titik pusat perhatian.
Menariknya, Trump sempat menyinggung rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, yang sebelumnya juga pernah berkunjung ke Gedung Putih pada November 2025.
Situasi terasa sedikit tidak biasa ketika Messi yang tampak kaku harus mendengarkan Trump berpidato selama beberapa menit mengenai situasi perang Amerika Serikat di Iran.
Megabintang Argentina itu hanya bisa menunduk dan sesekali melihat ke arah kakinya saat sang Presiden berbicara panjang lebar mengenai kekuatan militer dan strategi pertahanan.
Di tengah suasana formal tersebut, Trump sempat melontarkan pertanyaan kepada para pemain mengenai siapa yang lebih hebat antara Messi atau legenda Brasil, Pelé.
"Siapa yang lebih hebat? Dia atau Pele?" ucap Trump.
Setelah seluruh anggota tim serempak memberikan isyarat bahwa Messilah yang terbaik, Trump pun langsung mengangguk setuju sambil memuji ketampanan para pemain Miami.
Momen puncak terjadi saat Trump menjabat tangan Messi dengan erat, yang sekaligus menegaskan posisi sang pemain di bawah sorotan lampu politik Amerika.
"Ini adalah hak istimewa bagi saya untuk mengatakan apa yang belum pernah bisa dikatakan oleh presiden Amerika mana pun sebelumnya, selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi," imbuh Trump.
Kehadiran ini menjadi perbincangan hangat mengingat Messi sebelumnya sempat melewatkan undangan Presiden Joe Biden pada awal 2025 dengan alasan jadwal yang padat.