regionalBatik

Lipa Sabbe, Sarung Sutera khas Bugis dengan Warna Cantik

Penulis Ashila Syifaa
Oct 23, 2023
Macam-macam motif Lipa Sabbe. (Foto: kikomunal-indonesia.dgip.go.id)
Macam-macam motif Lipa Sabbe. (Foto: kikomunal-indonesia.dgip.go.id)

ThePhrase.id - Lipa sabbe merupakan warisan kain tenun tradisional khas Bugis yang memiliki motif dengan warna-warna yang cantik. Berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, lipa sabe yang merupakan bahasa Bugis yang memiliki arti  kain sutera.

Tak hanya dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia, lipa sabe juga sudah dikenal hingga mancanegara. 

Kain warisan ini merupakan salah satu hasil karya persilangan budaya melalui jalur perdagangan dunia sejak abad ke-14 hingga ke-17. Lalu penulis buku berjudul The Bugus, Pelras (1996) dalam bukunya mengungkapkan turun-temurun  keluarga Bugis memiliki keterampilan bertenun. 

Tak hanya itu, diketahui pada tahun 1785 penduduk Sulawesi dikenal dengan keterampilannya bertenun yang mereka ekspor ke seluruh Nusantara. Kain-kain yang diproduksi merupakan kain sarung sutera bermotif kotak-kotak dengan warna merah dan biru.

Hingga saat ini, keterampilan menghasilkan kain sutera tersebut semakin berkembang menghasilkan motif dan warna yang lebih bervariasi.

Pembuatan kain sutra ini berpusat di Sengkang yang dikenal sebagai kota sutera, sedangkan budidaya pengembangbiakan ulat sutera dilakukan di desa Tajuncu untuk memenuhi kebutuhan penenun.

Menurut legende masyarakat Bugis, keterampilan menenun nenek moyang masyarakatnya diilhami oleh sehelai sarung yang ditinggalkan para dewa di pinggir danau Tempe. Di desa-desa yang terletak di pinggiran danau itulah para penenun menghasilkan tenun Bugis yang berkualitas tinggi. 

Sarung Lipa Sabbe ini biasanya digunakan sebagai bawahan oleh laki-laki maupun perempuan. Biasanya bagi laki-laki akan dipadukan dengan jas tutup dan songkok recca yang merupakan alat tutup kepala. Sedangkan untuk perempuan, dipadukan dengan Baju Bodo yang merupakan pakaian tradisional khas Bugis. 

Selain menjadi pakaian sehari-hari masyarakat Bugis, kain sutera juga menjadi kelengkapan upacara yang bersifat sakral dan juga sebagai hadiah untuk mempelai perempuan dari mempelai laki-laki.

Makna Motif Lipa Sabbe

Lipa Sabbe  Sarung Sutera khas Bugis dengan Warna Cantik
Penggunaan lipa sabbe. (Foto: kikomunal-indonesia.dgip.go.id)

Salah satu corak atau motif lipa sabbe yang dikenal adalah corak Lebba khas Bone. Lipa sabbe cure lebba memiliki motif kotak-kotak yang menjadi simbol sulapa eppa atau bentuk kepercayaan berupa simbol semesta yaitu api, tanah, air, dan tanah. Dengan kepercayaan ini, masyarakat Bugis memandang dunia sebagai kesempurnaan. Terdapat juga motif kotak besar yang menjadi simbol “tepu” atau “sokku” yang mengandung arti bahwa masyakat Bugis malebba punya wawasan luas dan bisa beradaptasi di mana saja

Cara pemakaian kain ini juga memiliki arti tersendiri, bagi laki-laki kain dipakai dengan cara meletakan pada bagian pinggang dan dililitkan ujungnya dan diikat, cara ini dikenal dengan sebutan diripung. 

Sedangkan bagi perempuan dikenakan dengan cara mengikat bagian atas sesuai ukuran pinggang dan selebihnya dibiarkan terurai. Bagian terurai akan diletakan di atas lengan kiri sambil dirapatkan di pinggang, yang dikenal dengan cara dikikking.

Pemakaian ini menjadi simbol nalitutui alebbirenna yang memiliki arti sebagai manusia senantiasa harus selalu menjaga kemuliaannya. [Syifaa]

Tags Terkait

 
Related News

Popular News

 

News Topic