regional

Longsor di Ketol, Aceh Tengah Meluas hingga 30 Ribu Meter Persegi

Penulis Ashila Syifaa
Feb 04, 2026
Foto udara suasana perkebunan milik warga yang amblas di jalan lintas Kecamatan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Selasa (14/1/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Abiyyu/Lmo/foc)
Foto udara suasana perkebunan milik warga yang amblas di jalan lintas Kecamatan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Selasa (14/1/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Abiyyu/Lmo/foc)

ThePhrase.id - Longsor atau pergerakan tanah di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, terus mengalami perluasan yang signifikan. Data terbaru dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menunjukkan bahwa area longsor kini telah membesar mencapai lebih dari 30.000 meter persegi (m²), atau meningkat sekitar 10.000 m² dibandingkan luasnya pada tahun 2021 yang tercatat seluas 20.199 m².

Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh, Ikhlas, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bentuk gerakan tanah lambat yang terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun. Menurutnya, pergerakan tanah sudah mulai teramati sejak awal tahun 2000-an dan terus berkembang secara bertahap hingga saat ini.

Berdasarkan hasil kajian tim geologi, kondisi longsor tersebut bukan termasuk fenomena sinkhole, tetapi merupakan piping erosion atau erosi bawah permukaan yang diakibatkan kikisan air tanah dan air permukaan. Proses erosi ini diperparah oleh struktur tanah yang tersusun di atas batu vulkanik bersifat pori dan mudah menyerap air, ditambah kondisi tebing yang curam dan rentan terhadap tekanan air. Faktor hujan dan gempa bumi juga dinilai bisa memicu ketidakstabilan lereng di kawasan tersebut.

Longsor yang terus meluas ini telah berdampak pada kondisi infrastruktur setempat. Jalan lintas Kecamatan Ketol menuju sejumlah desa terdampak mengalami kerusakan sehingga mobilitas warga dan akses distribusi logistik terganggu. Warga di sekitar area longsor diimbau untuk tidak mendekat, terutama saat musim hujan, karena potensi pergerakan tanah susulan masih tinggi.

Pihak Dinas ESDM Aceh merekomendasikan pelaksanaan sejumlah langkah mitigasi, baik struktural seperti penguatan tebing dan pengaturan drainase, maupun non-struktural seperti edukasi kebencanaan dan pemantauan berkala terhadap perkembangan retakan atau perubahan tanah di lokasi. Upaya ini dianggap penting untuk meminimalkan risiko kerusakan lanjutan dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

Fenomena longsor di Aceh Tengah ini menjadi perhatian serius sejumlah pihak karena luasan area yang terus berkembang dan potensi ancaman terhadap kehidupan masyarakat serta infrastruktur vital di kawasan tersebut. [Syifaa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic