trending

Mahfud MD Kritik Sikap Indonesia Belum Mengecam Perang di Timur Tengah, Desak Pemerintah Lebih Tegas

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 17, 2026
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto: Tangkapan layar YouTube/Mahfud MD Official)
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto: Tangkapan layar YouTube/Mahfud MD Official)

ThePhrase.id - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD menyampaikan kritik terhadap sikap pemerintah Indonesia dalam merespons perang yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Ia mengatakan, banyak pihak mempertanyakan mengapa hingga kini Indonesia belum secara tegas memberikan pernyataan mengecam konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran saat ini.

“Negara-negara lain yang tidak ada urusannya dengan dunia Islam dan sebagainya seperti Spanyol misalnya, negara-negara di Eropa, dan sebagainya sudah mengatakan bahwa perang itu brutal dan membahayakan dunia,” ujar Mahfud dalam siniar Terus Terang Mahfud MD di kanal YouTube Mahfud MD Official yang tayang pada Senin (16/3).

Menurutnya, dampak perang tidak hanya terlihat dari sisi kehancuran fisik, seperti jatuhnya korban jiwa dan rusaknya infrastruktur, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian global sebagaimana rantai pasok internasional juga sangat bergantung pada kondisi damai atau perang.

Mahfud kemudian menyoroti ketika Presiden RI, Prabowo Subianto disebut-sebut menawarkan diri menjadi mediator untuk mendamaikan pihak yang berkonflik.

“Indonesia tidak mengeluarkan kecaman, terhadap perangnya aja enggak ngecam bahwa perang itu salah. Katanya mau (jadi) mediator, loh, segera dong dimediasi. Apa yang dilakukan sudah sekian hari, kok gak ada mediasinya, perang terus berlangsung,” tukasnya.

Ia menilai bahwa Indonesia perlu menyuarakan perang hanya akan menciptakan ketidakdamaian. Terlebih, saat ini Indonesia sudah menjadi bagian dari Dewan Perdamaian (Board of Peace [BoP]) yang diprakarsai oleh Presiden AS, Donald Trump.

Mahfud menambahkan, berbagai kalangan mulai dari akademisi, mantan diplomat, para pakar, hingga organisasi masyarakat telah menyuarakan pandangan serupa agar pemerintah bersikap lebih tegas.

Bahkan menurutnya, orang yang bukan dari kalangan akademisi pun memahami logika sederhana tersebut, bahwa perang seharusnya dihentikan dan semua pihak diminta menahan diri.

Adapun Mahfud mengingatkan bahwa masyarakat telah memberikan banyak masukan sebelumnya, sehingga tanggung jawab selanjutnya berada di tangan pemerintah, khususnya presiden untuk menentukan kebijakan pemerintah dalam situasi berisiko tinggi saat ini. (Rangga) 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic