sportLiga 1 Indonesia

Malam Panjang di Bandung: Jurnalis Thailand Jadi Saksi Amarah Bobotoh Persib, Situasi Mencekam

Penulis Ahmad Haidir
Feb 19, 2026
Persib Bandung menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026 pada Rabu, 18 Februari 2026 malam WIB. Foto Instagram Thai League.
Persib Bandung menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026 pada Rabu, 18 Februari 2026 malam WIB. Foto Instagram Thai League.


Thephrase.id - Persib Bandung menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026 pada Rabu, 18 Februari 2026 malam WIB. Akan tetapi kemenangan tersebut tidak cukup untuk melaju ke babak perempat final.

Keputusan wasit Majed Al Samrani dari Arab Saudi yang memberikan kartu merah kepada William Barros pada menit 45+6 babak pertama memicu ketegangan panjang hingga laga usai di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.

Sepanjang babak kedua, situasi di tribune memanas karena tuan rumah gagal mencetak gol tambahan yang dibutuhkan untuk membalikkan keadaan agregat sehingga dipastikan tersingkir di babak 16 besar.

Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, ratusan hingga ribuan suporter tuan rumah turun ke lapangan. Hal ini menyebabkan kepanikan di sejumlah area stadion, termasuk sektor belakang gawang dan lorong menuju ruang media.

"Saya menerobos keluar dari stadion di tengah suara petasan, semua benda dilempar ke bawah, mulai dari batu, pecahan bata, gelas, hingga petasan yang dinyalakan lalu dilempar dari tribune suporter," ujar Woy, seorang jurnalis asal Thailand.

Woy menyebut kerumunan pertama terlihat turun saat masa tambahan waktu, ketika seorang suporter menerobos penjagaan dan memberi isyarat kepada yang lain untuk mengikuti hingga jumlahnya membesar dalam hitungan menit.

"Saya berdiri mengambil gambar di belakang gawang, di sisi yang sama dengan tempat suporter Persib melompat turun ke lapangan," tegasnya.

Upaya pengamanan dilakukan aparat yang telah bersiaga sejak sebelum pertandingan dengan kendaraan taktis dan personel bersenjata tameng. Sementara pelatih Persib, Bojan Hodak, sempat keluar dari area bangku cadangan untuk mencoba menahan suporternya meski situasi telanjur tak terkendali.

"Saat kami sedang membereskan barang, ada suporter berlari ke arah belakang gawang dan berdesakan untuk masuk ke lapangan, rekan saya terkena lutut hingga terjatuh, dan saat itu kami hanya berusaha menyelamatkan diri," lanjutnya.

Ketegangan juga terjadi di sekitar tangga besi dan akses menuju ruang media ketika sejumlah suporter berupaya mendobrak pintu serta melempar benda ke arah lorong dekat terowongan pemain. Awak media pun harus berlindung dan menunggu situasi memungkinkan untuk berpindah tempat.

"Saya harus menerobos petasan yang dilempar agar bisa masuk ke ruang media karena dari belakang massa terus mendesak dan situasinya benar-benar seperti menyelamatkan diri," ungkapnya.

Ratchaburi FC lalu diarahkan berkumpul di area mixed zone sebelum meninggalkan stadion dalam pengawalan ketat kepolisian saat lampu lapangan dipadamkan dan ribuan orang masih berada di dalam area stadion.

"Kita harus segera pergi, utamakan keselamatan dulu, yang lain belakangan," bebernya.

Ratchaburi FC membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengevakuasi diri sebelum menempuh perjalanan darat hampir empat jam dari Bandung menuju Jakarta. Mereka tiba di penginapan sekitar pukul 02.00 dini hari dalam pengawalan aparat keamanan. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic