sportPiala Dunia 2026

Malapetaka Belanda di Piala Dunia 2026: Ronald Koeman Mundur dari Pelatih, 3 Pemain Dapat Serangan Rasis

Penulis Ahmad Haidir
Jul 01, 2026
Tiga pemain Timnas Belanda mendaptkan serangan rasis. Foto X Timnas Belanda.
Tiga pemain Timnas Belanda mendaptkan serangan rasis. Foto X Timnas Belanda.

Thephrase.id - Ronald Koeman resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih Timnas Belanda setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Keputusan ini muncul tidak lama setelah Federasi Sepak Bola Belanda mengungkap adanya serangan rasis di media sosial terhadap sejumlah pemainnya.

Timnas Belanda gagal melanjutkan langkah setelah kalah dari Timnas Maroko pada babak 32 besar melalui adu penalti di Monterrey, Meksiko, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu pertandingan berakhir.

Tiga eksekutor Timnas Belanda, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal menjalankan tugasnya dari titik putih, sebelum KNVB menyatakan bahwa ketiganya menjadi sasaran komentar diskriminatif, rasis, dan penuh kebencian di media sosial.

Keputusan mundur itu menutup periode kedua Koeman bersama Timnas Belanda. Pelatih berusia 63 tahun tersebut juga memberi sinyal bahwa perjalanan panjangnya di dunia kepelatihan bisa saja telah sampai pada titik akhir.

"Saat menengok kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga; saya telah bekerja dengan klub-klub dan orang-orang yang membentuk saya serta memberi saya kenangan yang akan saya simpan seumur hidup," tegas Koeman melalui Instagram.

"Kami semua memimpikan Piala Dunia tempat kami bisa menulis sejarah, tetapi hal itu tidak terjadi; tidak ada orang yang lebih kecewa atas hal itu daripada saya," lanjutnya.

“Beberapa tahun terakhir membuat saya kembali menyadari bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola; sepak bola telah menjadi hidup saya," sambung Koeman.

"Tetapi kesehatan tidak ternilai harganya, dan ketika seseorang yang Anda cintai sedang berjuang menghadapi pertempuran yang berat, cara pandang Anda akan berubah," kata Koeman.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan kondisi istrinya, Bartina, yang telah didiagnosis mengidap kanker payudara. Sehingga keputusan Koeman tidak hanya dibaca sebagai respons atas kegagalan di Piala Dunia, tetapi juga sebagai bagian dari situasi personal yang sedang dihadapinya.

"Kami menganggap ini mengerikan," demikian pernyataan KNVB.

"Setelah laporan diajukan, staf hukum akan menilai apakah pernyataan tersebut merupakan tindak pidana yang dapat dihukum; hal ini dapat berujung pada pengaduan resmi kepada Kejaksaan, yang kemudian dapat memulai penyelidikan pidana," ujar KNVB.

Kasus ini mengingatkan pada pelecehan yang dialami pemain Timnas Inggris, Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho, setelah gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan dari Timnas Italia pada final Euro 2021. Hal ini kemudian membuat dua orang dijatuhi hukuman penjara dan satu orang lainnya menerima hukuman percobaan.

"Sepak bola menyatukan jutaan orang yang berbeda, sedangkan diskriminasi melakukan hal yang sepenuhnya berlawanan; karena itu, diskriminasi bertentangan dengan segala hal yang diperjuangkan sepak bola," kata KNVB.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic