sportLiga Inggris

Manchester City Hadapi 115 Dakwaan di Premier League, Dipaksa Degradasi atau Hanya Pemotongan Poin Besar-besaran?

Penulis Ahmad Haidir
Feb 06, 2026
Kasus dugaan pelanggaran aturan keuangan yang membelit Manchester City masih belum menemukan titik akhir. Foto Instagram Manchester City.
Kasus dugaan pelanggaran aturan keuangan yang membelit Manchester City masih belum menemukan titik akhir. Foto Instagram Manchester City.

Thephrase.id - Kasus dugaan pelanggaran aturan keuangan yang membelit Manchester City masih belum menemukan titik akhir meskipun proses sidang independen yang digelar Premier League telah dinyatakan selesai.

Manchester City didakwa melanggar regulasi finansial liga dalam kurun waktu 2009 hingga 2018, sebuah periode yang juga bertepatan dengan keberhasilan klub meraih tiga gelar juara Premier League.

Selama proses tersebut, The Citizens secara konsisten membantah seluruh tuduhan, yang secara luas dikenal sebagai 115 dakwaan meskipun jumlah pelanggaran potensial disebut dapat mencapai sekitar 130 kasus.

Dalam laporan keuangan terbaru yang dirilis pada Desember 2025, Manchester City mengonfirmasi bahwa mereka masih menunggu keputusan resmi dari komisi independen yang ditunjuk oleh Premier League.

"Pada 6 Februari 2023, sesuai dengan Aturan Premier League W.82.1, Premier League merujuk sejumlah dugaan pelanggaran Aturan Premier League oleh Manchester City Football Club kepada sebuah Komisi berdasarkan Aturan Premier League W.3.4," demikian bunyi pernyataan tersebut dilansir Mirror.

"Sebagai respons atas tuduhan ini, klub mengeluarkan pernyataan publik bahwa mereka menyambut baik peninjauan perkara ini oleh komisi independen untuk mempertimbangkan secara imparsial kumpulan bukti komprehensif dan tidak terbantahkan yang mendukung posisi klub, dan hingga tanggal penerbitan laporan keuangan ini, komisi independen masih dalam proses meninjau perkara tersebut," lanjut pernyataan itu.

Sejak dakwaan diumumkan ke publik, berbagai spekulasi terkait bentuk sanksi yang mungkin dijatuhkan terus bermunculan, termasuk kemungkinan degradasi hingga ke level bawah piramida sepak bola Inggris.

Akan tetapi, pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai bahwa Manchester City kecil kemungkinan akan langsung dijatuhi hukuman degradasi otomatis apabila dinyatakan bersalah oleh komisi independen.

"Jika ada 115 dakwaan terhadap Manchester City, maka Manchester City harus menyiapkan 115 pembelaan, dan itu akan melibatkan ratusan hingga ribuan bukti," ujar Kieran Maguire.

Ia mencontohkan kasus Everton dan Nottingham Forest, yang masing-masing hanya menghadapi satu dakwaan utama, tetapi tetap melibatkan puluhan ribu dokumen selama proses persidangan.

"Dakwaan terhadap Manchester City jauh lebih serius karena pada dasarnya merupakan tuduhan penipuan, di mana Premier League menilai dana dari pemilik disamarkan sebagai pendapatan sponsor, dan itu adalah pelanggaran yang sangat serius," kata Maguire.

Maguire juga menjelaskan bahwa lamanya proses hukum dipengaruhi oleh kompleksitas perkara serta keterbatasan waktu para anggota komisi independen yang tidak bekerja penuh waktu dalam kasus tersebut.

"Saya menduga Premier League kini menyesal mengajukan 115 dakwaan karena mereka sebenarnya bisa memilih kasus-kasus terkuat, sehingga putusan sudah bisa keluar sekarang, tetapi proses ini justru berjalan sangat lambat," ucapnya.

Menurut Maguire, apabila Manchester City terbukti bersalah, sanksi yang paling mungkin dijatuhkan adalah pengurangan poin dalam jumlah besar, mengingat Premier League tidak memiliki kewenangan untuk secara langsung menurunkan klub ke kompetisi yang berada di bawah naungan English Football League.

"Karena Premier League dan EFL adalah entitas yang terpisah, satu-satunya hukuman yang dapat dijatuhkan Premier League adalah pengurangan poin, dan jika pengurangan poin tersebut berujung degradasi, maka EFL wajib menerima Manchester City di Championship pada musim berikutnya," tutup Maguire.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic