sportLiga Inggris

Manchester United Hancur Lebur, Michael Carrick di Ujung Tanduk dan Suporter Murka kepada Manajemen

Penulis Ahmad Haidir
Oct 26, 2026
Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United berada dalam ketidakpastian. Foto X Manchester United.
Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United berada dalam ketidakpastian. Foto X Manchester United.

Thephrase.id - Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United berada dalam ketidakpastian setelah timnya dihajar Bournemouth 0-3 di Old Trafford pada Minggu, 25 Oktober 2026 malam WIB, sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi delapan pertandingan beruntun.

Rentetan hasil buruk tersebut menjadi yang terpanjang bagi Manchester United sejak musim 2015-2016, sementara manajemen klub dikabarkan mulai melakukan pembicaraan serius mengenai kelanjutan karier Carrick setelah dua kekalahan telak dalam sepekan.

Sebelum menghadapi Bournemouth, Carrick sempat menjanjikan perubahan permainan setelah Manchester United dipermalukan Como 1-4, tetapi penampilan anak asuhnya kembali mengecewakan hingga membuat posisinya semakin terancam.

"Tanggung jawab ada pada saya, apa lagi yang bisa saya katakan saat ini? Saya sepenuhnya memahami situasinya. Saya tidak mengharapkan keputusan apa pun, baik itu mempertahankan maupun memberhentikan saya. Saya mencintai tempat ini dan akan selalu melakukan apa yang menurut saya terbaik untuk klub sepak bola ini," ujar Carrick.

Kekecewaan suporter Manchester United terlihat selepas pertandingan ketika mereka masih menyanyikan nama Carrick, tetapi mencemooh para pemain hingga Diogo Dalot menjadi orang terakhir yang meninggalkan lapangan.

Kemarahan pendukung Setan Merah ternyata tidak hanya ditujukan kepada para pemain karena nyanyian protes terhadap keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe sudah terdengar sejak menit pertama pertandingan.

Keluarga Glazer kembali menjadi sasaran kritik terkait persoalan keuangan klub, dengan total utang Manchester United yang kini melampaui 1,15 miliar pound sterling atau sekitar Rp25 triliun berdasarkan laporan keuangan terbaru.

Menurut analisis Swiss Ramble, Manchester United telah mengeluarkan 852 juta pound sterling untuk membayar bunga utang, termasuk 37 juta pound sterling pada tahun keuangan terakhir yang meningkat dari 34 juta pound sterling pada periode sebelumnya.

Ratcliffe yang menjadi pemegang saham minoritas sejak Desember 2023 juga menghadapi tekanan akibat berbagai keputusan manajemen, termasuk pergantian pelatih dari Erik ten Hag ke Ruben Amorim hingga penunjukan Carrick yang semula hanya bersifat sementara.

Melansir BBC, Carrick mendapatkan kontrak permanen setelah membawa Manchester United kembali berlaga di Liga Champions seusai absen selama dua musim, tetapi hasil buruk belakangan ini membuka kemungkinan klub melakukan pemecatan pelatih untuk ketiga kalinya dalam tiga musim.

Direktur sepak bola Jason Wilcox dan kepala eksekutif Omar Berrada turut menjadi sasaran ketidakpuasan suporter, terutama menyangkut kebijakan perekrutan pemain serta sejumlah keputusan yang dinilai belum mampu memperbaiki kondisi Manchester United.

Persoalan penjualan tiket dan rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton juga memicu penolakan sebagian pendukung, sementara sebuah spanduk bertuliskan "Standards" dengan gambar Bryan Robson, Eric Cantona, dan Roy Keane dibentangkan di tribune Stretford End sebagai pengingat terhadap standar kejayaan. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic