sportLiga Inggris

Manchester United Masih Terjerat Utang Lebih dari Rp20 Triliun di Tengah Proyek Stadion Baru

Penulis Ahmad Haidir
Sep 24, 2026
Manchester United mengonfirmasi biaya gaji terbaru turun 11,3 juta poundsterling atau sekitar Rp268 miliar menjadi 302 juta poundsterling atau sekitar Rp7,15 triliun. Foto X Manchester United.
Manchester United mengonfirmasi biaya gaji terbaru turun 11,3 juta poundsterling atau sekitar Rp268 miliar menjadi 302 juta poundsterling atau sekitar Rp7,15 triliun. Foto X Manchester United.

Thephrase.id - Manchester United masih memiliki total utang lebih dari 1 miliar poundsterling atau sekitar Rp23,68 triliun meski telah menjalankan berbagai langkah penghematan dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe.

Sementara Setan Merah juga mengonfirmasi telah mengeluarkan 63,5 juta poundsterling atau sekitar Rp1,50 triliun untuk membeli lahan bagi pembangunan stadion baru.

Laporan keuangan terbaru tersebut dirilis ketika Manchester United sedang menghadapi protes suporter serta awal musim yang mengecewakan karena mereka berada di posisi ke-12 klasemen Premier League dan telah tersingkir dari Carabao Cup.

Di tengah kondisi tersebut, Manchester United justru mencatat pendapatan rekor sebesar 677,6 juta poundsterling atau sekitar Rp16,04 triliun dan laba operasional 22,6 juta poundsterling atau sekitar Rp535 miliar, meski untuk pertama kalinya dalam satu dekade tidak bermain di kompetisi Eropa.

Pencapaian itu menjadi perubahan besar dibandingkan musim 2023-2024 ketika Manchester United mencatat kerugian sebesar 113,2 juta poundsterling atau sekitar Rp2,68 triliun, tetapi sejumlah komponen biaya Setan Merah justru mengalami peningkatan.

Salah satunya adalah biaya keuangan bersih yang mencapai 69,6 juta poundsterling atau sekitar Rp1,65 triliun, meningkat 228,3 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan Manchester United menyebut kerugian akibat perubahan nilai tukar sebagai salah satu penyebab utama kenaikan tersebut.

Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menyebut biaya keuangan bersih Manchester United sejak keluarga Glazer mengambil alih klub melalui leveraged buyout pada 2005 kini secara keseluruhan telah melampaui 1 miliar poundsterling atau sekitar Rp23,68 triliun.

Manchester United juga mengungkapkan bahwa 63,5 juta poundsterling atau sekitar Rp1,50 triliun dari tambahan utang sebesar 125 juta dolar AS atau sekitar 94,1 juta poundsterling atau Rp2,23 triliun yang diperoleh melalui refinancing pada musim panas digunakan untuk membeli lahan stadion baru, sedangkan Setan Merah belum menjelaskan penggunaan sisa dana tersebut.

Melansir BBC, stadion baru yang akan menjadi pusat dari rencana regenerasi kawasan Old Trafford tersebut bakal dibangun sekitar 350 yard atau kurang lebih 320 meter dari stadion saat ini, dengan biaya pembangunan yang diperkirakan mencapai lebih dari 2 miliar poundsterling atau sekitar Rp47,36 triliun.

Total utang Manchester United memang turun dari sekitar 1,3 miliar poundsterling atau Rp30,79 triliun pada akhir Desember 2025, tetapi masih berada di atas 1 miliar poundsterling. Komposisinya mencakup utang historis sebesar 577,6 juta poundsterling atau sekitar Rp13,68 triliun, fasilitas kredit bergulir sebesar 111,4 juta poundsterling atau sekitar Rp2,64 triliun, serta kewajiban transfer pemain yang menjadi bagian terbesar dari pos perdagangan dan utang lainnya.

Situasi tersebut terjadi ketika suporter Manchester United juga mempertanyakan investasi terhadap skuad utama pada bursa transfer musim panas, setelah hanya mengeluarkan 148 juta poundsterling atau sekitar Rp3,50 triliun untuk mendatangkan Carlos Baleba, Andrey Santos, dan Youri Tielemans.

Nilai belanja tersebut berada di bawah pengeluaran Manchester City yang mencapai 458 juta poundsterling atau sekitar Rp10,85 triliun untuk memperkuat skuad. Sementara pendukung Manchester United juga mempertanyakan tidak adanya tambahan bek kiri untuk memberikan persaingan kepada Luke Shaw serta dukungan tambahan bagi Benjamin Sesko di lini depan.

Chief executive Manchester United, Omar Berrada, mengatakan pencapaian pendapatan tersebut menunjukkan kekuatan bisnis sekaligus dampak dari berbagai langkah yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.

"Kami senang telah mencatat pendapatan rekor. Hal ini menunjukkan kekuatan mendasar dari bisnis kami dan memperlihatkan dampak langsung dari pekerjaan yang telah kami lakukan selama dua tahun terakhir," tegas Berrada.


“Kami berada di jalur yang tepat, kami akan terus menerapkan pendekatan disiplin untuk memastikan keuangan kami tetap berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan keberlanjutan finansial tersebut, kami telah memperkuat tim putra dan putri pada bursa transfer musim panas, sementara tim putra juga telah membawa kembali Liga Champions ke Old Trafford,” imbuhnya.


Manchester United juga mendapat kritik terkait investasi terhadap skuad putri yang saat ini berada di posisi kedua dari bawah klasemen Women's Super League dengan satu poin dari tiga pertandingan. Sedangkan langkah penghematan Setan Merah dalam dua tahun terakhir mencakup dua gelombang pemutusan hubungan kerja yang membuat 450 orang kehilangan pekerjaan.


Manchester United mengonfirmasi biaya gaji terbaru turun 11,3 juta poundsterling atau sekitar Rp268 miliar menjadi 302 juta poundsterling atau sekitar Rp7,15 triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan perubahan komposisi skuad utama putra serta penghematan dari program pengurangan jumlah karyawan yang diterapkan selama dua tahun fiskal sebelumnya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic