
Thephrase.id - Manchester United blak-blakan mengenai besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendepak Ruben Amorim dari kursi pelatih. The Reds terancam harus membayar total kompensasi mencapai 15,9 juta poundsterling atau setara Rp322,4 miliar kepada Amorim dan staf kepelatihannya.
Angka fantastis ini terungkap melalui dokumen yang diajukan klub kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Bursa Efek New York. Pemecatan pelatih berusia 41 tahun tersebut dilakukan pada Januari 2026 setelah masa kepemimpinannya dianggap tidak membuahkan hasil.
"Pada 5 Januari 2026, klub mengumumkan bahwa Ruben Amorim meninggalkan perannya sebagai pelatih kepala tim utama pria dengan efek segera, bersama dengan sejumlah anggota tim kepelatihannya," tegas SEC.
"Biaya sebesar 6,3 juta poundsterling untuk penghapusan aset tidak berwujud terkait dan ketentuan sebesar 15,9 juta poundsterling, yang mewakili jumlah potensial maksimum pembayaran penyelesaian di masa depan, akan diakui dalam laporan laba atau (rugi) selama paruh kedua tahun yang berakhir pada 30 Juni 2026," lanjutnya.
Nilai 15,9 juta poundsterling tersebut merupakan jumlah maksimal yang mungkin dibayarkan kepada Amorim dan lima orang staf kepelatihannya. Akan tetapi, jumlah ini berpotensi berkurang jika pria asal Portugal itu segera mendapatkan pekerjaan baru di klub lain.
Apabila dihitung secara total, pengeluaran United untuk merekrut hingga memecat Amorim mencapai hampir 27 juta poundsterling atau sekitar Rp547,4 miliar. Biaya awal mencakup kompensasi kepada Sporting CP sebesar 8,3 juta poundsterling (Rp168,2 miliar) dan biaya tambahan agar Amorim bisa bekerja lebih awal.
Kompensasi bagi Amorim menambah panjang daftar pengeluaran besar United untuk urusan pemecatan di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe. Sebelumnya, Setan Merah telah membayar 14,5 juta poundsterling (Rp293,9 miliar) kepada Erik ten Hag serta 4,1 juta poundsterling (Rp83,1 miliar) terkait hengkangnya Dan Ashworth.

Secara keseluruhan, Manchester United diperkirakan telah menghabiskan hampir 30 juta poundsterling (Rp608,3 miliar) hanya untuk membayar kompensasi manajer dan eksekutif dalam 15 bulan terakhir. Kondisi ini menjadi beban finansial yang cukup berat bagi klub yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan.
Selama 14 bulan memimpin, Amorim hanya mampu meraih 24 atau 25 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi. Ia bahkan membawa United finis di urutan ke-15 Liga Inggris, yang merupakan pencapaian terendah klub dalam setengah abad terakhir.
Keputusan pemecatan ini diambil setelah hubungan Amorim dengan manajemen memanas usai kritik terbuka yang ia lontarkan pasca hasil imbang melawan Leeds United. Manajemen Setan Merah mengkhawatirkan kegagalan menembus kualifikasi Liga Champions jika terus dipimpin olehnya.
Kini di bawah asuhan Michael Carrick, performa Setan Merah justru melesat dengan memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir. Bruno Fernandes dan kolega saat ini merangsek ke posisi keempat klasemen Premier League dan berpeluang besar kembali ke kompetisi elit Eropa.