
Thephrase.id - Manchester United tengah menghadapi periode sulit setelah menelan kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Sabtu, 31 Oktober 2026 yang semakin memperpanjang catatan tanpa kemenangan tim asuhan Michael Carrick di berbagai kompetisi.
"Kami harus terus bergerak maju dan memenangi pertandingan, sesederhana itu," ujar Carrick dilansir BBC.
Carrick sebenarnya pernah merasakan pahitnya degradasi ketika masih mengawali karier sebagai pemain bersama West Ham United pada musim 2002-2003, saat klub berjuluk The Hammers itu harus turun kasta meskipun memiliki sejumlah pemain berkualitas.
Selain Carrick, West Ham saat itu diperkuat kiper Timnas Inggris David James, sementara Joe Cole, Jermain Defoe, dan Trevor Sinclair masing-masing tampil lebih dari 40 kali di seluruh kompetisi.
Namun, keberadaan sederet pemain tersebut tidak cukup menyelamatkan West Ham yang mengakhiri musim di peringkat ketiga terbawah dengan koleksi 42 poin, sekaligus mencatatkan rekor sebagai tim dengan jumlah poin tertinggi yang tetap terdegradasi dalam format Premier League 38 pertandingan.
Situasi Manchester United sekarang memang belum bisa disamakan dengan pengalaman West Ham tersebut, tetapi raihan tujuh poin dari sembilan pertandingan Premier League menunjukkan betapa buruknya performa mereka pada awal musim ini.
Para pendukung Manchester United yang berusia di bawah 60 tahun kemungkinan besar tidak memiliki ingatan langsung mengenai musim terakhir klub tersebut terdegradasi, yakni pada 1973-1974, ketika mereka harus meninggalkan kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Kisah yang berkembang menyebut Denis Law menjadi sosok yang memastikan degradasi Manchester United melalui gol tumitnya ketika memperkuat Manchester City, meskipun kenyataannya klub tersebut sudah berada dalam situasi sulit di bawah kepemimpinan manajer Tommy Docherty.
Sejak November 1986, ketika Sir Alex Ferguson baru menjalani dua pertandingan pertamanya setelah menggantikan Ron Atkinson, Manchester United belum pernah berada di zona degradasi setelah menjalani sembilan pertandingan atau lebih dalam satu musim Premier League.
Posisi terendah setelah melewati setidaknya sembilan pertandingan sejak periode tersebut adalah peringkat ke-17 pada musim 1989-1990, posisi yang kembali ditempati Manchester United saat ini, terutama setelah sejumlah hasil pertandingan klub lain pada Sabtu turut memengaruhi klasemen.
Catatan buruk juga terlihat dari sembilan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi yang belum menghasilkan kemenangan bagi Manchester United, sebuah rentetan negatif yang terakhir kali mereka alami pada musim 1988-1989, sementara satu-satunya kemenangan di Premier League musim ini diraih ketika mengalahkan Ipswich Town setelah sempat tertinggal pada Agustus.
Kendati demikian, ancaman degradasi masih tergolong jauh dari kenyataan mengingat Manchester United juga pernah berada di peringkat ke-16 pada penghujung musim 2024-2025 di bawah Ruben Amorim, tetapi saat itu mereka unggul 14 poin dari Leicester City yang menempati posisi ketiga terbawah dan tidak benar-benar terancam turun kasta.
Carrick mencoba melihat situasi dari sudut pandang berbeda ketika ditanya mengenai perubahan mentalitas yang dibutuhkan para pemain untuk menghadapi ancaman tersebut.
"Anda bisa melihatnya dari sudut pandang itu, atau melihat seberapa cepat posisi di klasemen bisa meningkat jika Anda memenangi pertandingan sepak bola, dan itulah cara yang harus kami lakukan," kata Carrick.