
Thephrase.id - Julian Alvarez kembali menjadi sorotan dalam bursa transfer musim panas setelah mendapat cemoohan dari sebagian pendukung Atletico Madrid ketika bermain setelah Piala Dunia 2026. Situasi ini menambah panas perselisihan terbuka terkait keinginannya meninggalkan klub asal Spanyol tersebut.
Penyerang asal Argentina itu disebut ingin bergabung dengan Barcelona, tetapi Atletico Madrid bersikeras tidak akan melepas pemain berusia 26 tahun tersebut sehingga masa depannya masih menjadi salah satu isu utama menjelang penutupan bursa transfer pada 1 September 2026.
Ketegangan antara Alvarez dan Atletico Madrid bahkan mulai memengaruhi hubungan dengan para suporter, terlihat ketika pemain tersebut mendapat siulan dan cemoohan dalam pertandingan kandang melawan Villarreal yang berakhir 2-2 pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, sebelumnya menegaskan klub tidak memiliki rencana menjual Alvarez dan meyakini sang pemain tetap menjadi bagian penting dari skuad untuk musim ini.
"Saya tidak tahu apakah dia akan meminta maaf, tetapi Julian adalah orang yang luar biasa dan saya benar-benar yakin bahwa dia akan mendapatkan kembali dukungan para penggemar dalam dua pertandingan," tegasnya dilansir BBC.
"Saya sudah mengatakan bahwa dia tidak akan dijual, dia adalah pemain kami dan bagian penting dari tim kami. Kami senang dia bersama kami dan yakin dia akan menjalani musim yang luar biasa," lanjutnya.
Situasi tersebut menarik perhatian Arsenal yang sepanjang musim panas disebut menjadikan Alvarez sebagai salah satu target utama. Klub London itu sebelumnya tidak terlalu aktif mengejar sang penyerang karena mengetahui keinginannya untuk bermain bersama Barcelona.
Arsenal kini mulai melihat peluang setelah Atletico Madrid tetap menutup pintu bagi Barcelona. Sementara sumber yang dekat dengan situasi tersebut menyebut terdapat sedikit perubahan sikap dari Alvarez dalam beberapa hari terakhir meski belum cukup untuk memastikan kepindahannya ke London.
Keinginan Alvarez untuk bergabung dengan Barcelona sejauh ini menjadi hambatan terbesar bagi Arsenal, terlebih sang pemain disebut telah mempertimbangkan kondisi tertentu terkait aturan visa yang dapat menyulitkan keluarganya ketika berkunjung ke Inggris dan tetap menempatkan kepindahan ke Catalunya sebagai pilihan utama.
Barcelona masih tertarik kepada Alvarez, tetapi Atletico Madrid telah menunjukkan sikap keras terhadap upaya klub rival tersebut, termasuk melalui sejumlah unggahan media sosial pada Mei 2026 yang menyindir pemberitaan mengenai pendekatan Barcelona terhadap sang penyerang.
"Jangan percaya semua yang Anda lihat, terutama jika berkaitan dengan Barca. Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah mengalami kampanye pencemaran nama baik terhadap salah satu pemain kami," tutur Atletico Madrid.
Arsenal meningkatkan upaya setelah sejumlah target lain mengalami perkembangan berbeda. Direktur Atletico Madrid, Mateu Alemany, diketahui berada di London pada pekan lalu untuk bertemu dengan pihak Arsenal dan menyampaikan bahwa klubnya menginginkan mahar transfer sebesar 150 juta euro atau sekitar 128 juta pound.
Arsenal disebut yakin mampu membiayai transfer tersebut dan menyelesaikannya dalam waktu singkat apabila Alvarez memberikan persetujuan. Sementara Mikel Arteta juga memahami bahwa pemain tersebut hanya akan memilih Arsenal jika keinginannya untuk bergabung dengan Barcelona tidak dapat terwujud.
Alvarez bergabung dengan Atletico Madrid dari Manchester City pada Agustus 2024 dengan nilai transfer 81 juta pound (Rp1, triliun). Sebelumnya ia memperkuat River Plate, dan selama dua tahun lebih di Etihad Stadium ia mencetak 36 gol dalam 106 penampilan serta meraih enam trofi utama, termasuk treble Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions pada 2023.
Di Atletico Madrid, Alvarez telah mencatat 49 gol dalam 107 pertandingan, tetapi belum berhasil mempersembahkan trofi. Keputusan akhirnya pada sisa bursa transfer musim panas akan menentukan apakah ia bertahan dan mencoba memperbaiki hubungannya dengan klub serta suporter atau membuka jalan menuju Arsenal jika Barcelona benar-benar tidak menjadi pilihan.