religion

Masjid Al-Fash: Simbol Kegigihan di Kaki Gunung Uhud

Penulis Zuhri Ibrahim
Jan 29, 2026
Bentuk bangunan asli Masjid Al-Fash di Kaki Gunung Uhud. (Foto: madainproject.com)
Bentuk bangunan asli Masjid Al-Fash di Kaki Gunung Uhud. (Foto: madainproject.com)

ThePhrase.id - Di kaki Gunung Uhud, Masjid Al Fash atau dibaca Al Fasah berdiri sebuah masjid sebagai saksi abadi salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam. Di sinilah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya mencari perlindungan pada tahap akhir Perang Uhud, menjadikan tempat ini sebagai simbol keimanan, keberanian, dan ketahanan. Masjid ini mengingatkan tentang kisah kesabaran dan kemenangan spiritual yang meninggalkan jejak abadi dalam sejarah Islam.

Sebuah riwayat menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menunaikan shalat zuhur dan ashar di tempat tersebut di hari Pertempuran Uhud setelah pertempuran selesai, bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dalam kondisi duduk karena luka yang beliau alami dalam perang.

Bangunan aslinya telah dihancurkan dan tinggal beberapa bagian dari dinding timur, barat dan selatan saja, serta mihrab mujawwaf yang masih tampak. Bangunan itu kini dikelilingi dengan pagar teralis besi untuk menjaga kelestarianya. Masjid ini terletak 4,5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah.

Masjid ini awalnya dikenal sebagai Masjid Jabal Uhud, karena lokasinya di kaki gunung, dan kemudian oleh para sejarawan disebut sebagai Masjid Al Fash. Signifikansinya berasal dari hubungannya yang erat dengan Perang Uhud. Awalnya, kaum Muslimin unggul, tetapi ketika para pemanah meninggalkan pos mereka, kaum Quraisy memperoleh keuntungan. Pada saat kritis itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya mundur ke celah Lembah Al-Jirar di Gunung Uhud, di mana mereka bertahan hingga musuh berangsur mundur.

Sejarah Konstruksi dan Arsitektur

Masjid Al Fash  Simbol Kegigihan di Kaki Gunung Uhud
Kondisi Masjid Al-Fash setelah dipugar. (Foto: welcomesaudi.com)

Struktur pertama masjid ini diyakini dibangun pada masa pemerintahan Umar bin Abd al-Aziz di Madinah antara tahun 86–93 Hijriah (705–712 M), pada masa Dinasti Umayyah. Era ini menandai kebangkitan arsitektur di Madinah, termasuk pemugaran beberapa masjid Nabi terdahulu. Masjid ini dibangun dari batu basal hitam, yang merupakan ciri khas daerah tersebut, dan kemudian diperkuat dengan plester kapur untuk memperkuat dindingnya. Bangunan Masjid al-Fash kini tergolong sederhana dan kecil, dengan ukuran kurang lebih panjang 6 meter dan lebar 4 meter. Seiring berjalannya waktu, banyak bagian asli bangunan yang hilang, tetapi masih tersisa beberapa dinding dan bagian mihrab yang menandakan arah kiblat. 

Saat ini, pihak berwenang Arab Saudi telah melakukan pemugaran dan pelestarian sejarah di sekitar lokasi ini sebagai bagian dari upaya menjaga situs bersejarah Islam, termasuk pemasangan atap kayu, lantai batu alami, tempat duduk, serta papan informasi bagi para peziarah. 

Makna Spritual

Bagi umat Islam, Masjid al-Fash bukan hanya sekadar reruntuhan bangunan, tetapi tempat penuh nilai spiritual yang mengingatkan kita pada keteguhan iman Rasulullah SAW dan para sahabat saat menghadapi ujian besar. Tempat ini sering menjadi tujuan ziarah jamaah umrah dan haji yang datang ke Madinah untuk mengenang perjuangan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para syuhada Uhud. 

Ziarah ke Masjid al-Fash dapat menjadi momentum refleksi bahwa ibadah dan keteguhan pasca ujian adalah bagian dari kekuatan seorang Muslim, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. (Z. Ibrahim)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic